Mediasiutama.com, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus berupaya menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan. Berbagai agenda olahraga digelar sepanjang Ramadan 2026 sebagai sarana pembinaan sekaligus wadah penyaluran minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan ruang aktivitas yang sehat dan produktif bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda yang kerap mencari kegiatan pada malam hari selama Ramadan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Di bulan Ramadan ini kami tidak hanya melaksanakan Runstreet, tetapi juga beberapa kegiatan olahraga lain seperti pertandingan basket, balap sepeda, pitball hingga gateball,” ujar Aji Ali Husni saat ditemui pada Sabtu malam (14/3/2026).
Salah satu kegiatan yang cukup menyita perhatian adalah pertandingan basket kategori usia dengan format 3 lawan 3 atau 3 on 3 yang digelar di Stadion Aji Imbut. Kompetisi ini diikuti sekitar 24 klub yang berasal dari berbagai wilayah di Kutai Kartanegara.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga bola basket masih menjadi salah satu cabang olahraga favorit di kalangan anak muda.
Selain itu, Dispora Kukar juga menyelenggarakan balap sepeda jenis kriterium night race yang digelar pada malam hari. Menariknya, ajang ini tidak hanya diikuti oleh peserta lokal, tetapi juga menarik minat atlet dari daerah lain seperti Samarinda dan Balikpapan.
Kehadiran peserta dari luar daerah menambah semarak kompetisi sekaligus memperkuat hubungan antar komunitas olahraga di Kalimantan Timur.
Tidak hanya olahraga modern, Dispora Kukar juga memberikan perhatian serius terhadap pelestarian olahraga tradisional. Salah satunya melalui kegiatan latihan bersama permainan gasing yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Aji Imbut pada malam hari.
Hingga saat ini tercatat sekitar 50 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti latihan tersebut.
Menurut Aji Ali Husni, pelaksanaan kegiatan olahraga pada malam hari setelah salat tarawih sengaja dipilih agar tidak mengganggu aktivitas ibadah masyarakat selama menjalankan puasa. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat berpartisipasi tanpa mengurangi kekhusyukan menjalankan ibadah Ramadan.
“Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengalihkan perhatian anak-anak muda dari aktivitas negatif seperti balap liar atau tawuran, dengan menyediakan wadah olahraga yang sehat dan kompetitif,” jelasnya.
Lebih jauh, Dispora Kukar juga terus mendorong pengembangan olahraga tradisional yang selama ini telah menjadi kekuatan daerah dalam berbagai ajang olahraga masyarakat. Beberapa di antaranya seperti gasing, sumpit, ketapel, dan belogo yang dikenal memiliki basis komunitas yang cukup kuat di berbagai kecamatan.
Aji Ali Husni menuturkan bahwa olahraga tradisional bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai Kartanegara yang perlu dijaga keberlangsungannya.
“Olahraga tradisional ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang harus kita lestarikan. Selain menjadi warisan budaya, juga terbukti mampu melahirkan prestasi bagi atlet Kukar di tingkat provinsi maupun nasional,”ujarnya.
Ke depan, Dispora Kukar berencana mengemas berbagai kegiatan olahraga Ramadan tersebut dalam konsep festival olahraga masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat budaya hidup sehat dan aktif di Kutai Kartanegara.
(Yuliana w)

