April 30, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Upaya menjaga stabilitas harga serta menjamin keamanan dan mutu bahan pokok terus dilakukan aparat di wilayah Kecamatan Loa Janan. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, kegiatan pemantauan langsung digelar di sejumlah titik strategis guna memastikan distribusi dan penjualan bahan pokok penting (bapokting) tetap terkendali dan sesuai ketentuan.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (16/3/2026) pukul 15.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe, SH, MH, bersama unsur Muspika Kecamatan Loa Janan. Turut hadir dalam kegiatan ini Danramil Loa Janan Kapten Inf Bahri Yus Mulyanto, Camat Loa Janan Hery Rusnadi, serta personel kepolisian dari unit Reskrim.

Pemantauan difokuskan pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di tiga lokasi, yakni Eramart, Indomart, dan Toko Sembako Edi Batak yang berada di Desa Loa Janan Ulu. Ketiga titik tersebut dinilai strategis karena menjadi pusat aktivitas jual beli masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Dari hasil monitoring, diketahui bahwa harga sejumlah komoditas masih berada dalam batas wajar dan relatif stabil. Beberapa di antaranya seperti beras SPHP 5 kilogram dijual seharga Rp57.000, beras premium Setra Ramos Rp77.000, minyak goreng kemasan 1 liter Rp18.500, serta gula pasir Rp18.000 per kilogram. Selain itu, tepung terigu dan varian beras lainnya juga tersedia dengan harga yang masih terjangkau bagi masyarakat.

Kapolsek Loa Janan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga, penimbunan barang, maupun peredaran bahan pangan yang tidak memenuhi standar mutu.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar dan kualitas yang baik. Ini juga bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Sinergi antara kepolisian, TNI, dan pemerintah kecamatan menjadi kunci dalam keberhasilan kegiatan tersebut. Kehadiran lintas sektor ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa ditemukan pelanggaran yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran pelaku usaha serta efektivitas pengawasan yang dilakukan telah berjalan dengan baik.

Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang momen-momen penting yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat. Dengan langkah ini, diharapkan distribusi pangan tetap lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *