April 26, 2026

Mediasiutama.com, Kembang Janggut – Upaya pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan tenggelam di Sungai Belayan, wilayah Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan hingga Sabtu malam (25/4/2026).

Korban diketahui bernama Heriadi, warga Kutai Kartanegara, yang hingga berita ini disusun masih belum ditemukan. Sementara rekannya, Andiansyah, berhasil selamat dari insiden nahas yang terjadi saat keduanya menyeberangi sungai usai memanen buah sawit.

Peristiwa tersebut bermula ketika Heriadi dan Andiansyah hendak kembali setelah menyelesaikan aktivitas panen di sekitar area perkebunan. Keduanya menggunakan satu unit perahu ces untuk menyeberangi Sungai Belayan. Berdasarkan keterangan awal, dua kali perjalanan penyeberangan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Namun pada penyeberangan ketiga, sekitar pukul 15.30 Wita, kondisi berubah drastis. Perahu yang mereka gunakan diduga kehilangan keseimbangan di tengah aliran sungai. Faktor kelebihan muatan maupun posisi barang yang tidak stabil disebut menjadi kemungkinan penyebab utama hingga akhirnya perahu terbalik dan tenggelam.

Dalam situasi genting tersebut, Andiansyah berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian sungai. Setelah mencapai daratan, ia segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Informasi itu kemudian diteruskan kepada keluarga korban dan dilaporkan kepada aparat setempat, termasuk Kepolisian Sektor Kembang Janggut.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan dari berbagai unsur langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Pos Sektor Damkarmatan Kecamatan Kota Bangun menjadi salah satu unit yang bergerak cepat. Personel tiba di posko pencarian pada pukul 21.56 Wita untuk memulai penyisiran di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, menegaskan bahwa seluruh personel bekerja maksimal demi mempercepat proses pencarian. Ia juga mengapresiasi sinergi lintas unsur, mulai dari aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat setempat yang turut membantu di lapangan.

Menurut laporan tim di lokasi, kondisi debit air Sungai Belayan saat ini sedang surut. Situasi tersebut dinilai cukup mendukung jalannya pencarian karena memudahkan penyisiran di beberapa titik yang sebelumnya sulit dijangkau. Meski demikian, arus sungai yang tetap bergerak menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas transportasi sungai, terutama di wilayah pedalaman yang masih sangat bergantung pada perahu sebagai sarana mobilitas utama. Aspek keselamatan, kapasitas muatan, serta penggunaan alat pelindung diri menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

Hingga Sabtu malam, operasi pencarian masih terus berlangsung. Harapan keluarga dan masyarakat kini tertuju pada kerja keras tim gabungan agar korban segera ditemukan. Tragedi di Sungai Belayan ini menjadi duka mendalam sekaligus refleksi penting bagi seluruh pihak terkait keselamatan di jalur perairan.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *