Mediasiutama.com, TENGGARONG – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran pada periode musim panas ekstrem, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara mengambil langkah strategis melalui Apel Kesiapsiagaan Kebakaran dan Penyelamatan yang disertai pengecekan menyeluruh terhadap peralatan, kendaraan operasional, serta sarana pendukung lainnya.
Kegiatan yang digelar pada Senin (27/4/2026) di Mako Damkarmatan Kukar, Jalan Aji Pangeran Mangkunegoro, Tenggarong, menjadi bagian dari respons institusional terhadap ancaman El Nino yang diprediksi meningkatkan kerawanan kebakaran di sejumlah wilayah.
Apel kesiapsiagaan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menjadi momentum evaluasi operasional untuk memastikan seluruh sumber daya dalam kondisi optimal.
Pemeriksaan dilakukan terhadap unit kendaraan, alat pemadam, perangkat keselamatan, hingga kesiapan personel yang bertugas di berbagai posko kecamatan.
Kepala Damkarmatan Kukar melalui Kasi Pemadaman dan Investigasi, Muksin, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut atas hasil koordinasi internal terkait kondisi cuaca yang mulai memasuki fase panas berkepanjangan.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar respons terhadap kejadian kebakaran dapat berlangsung cepat, terarah, dan efisien. Seluruh anggota diinstruksikan tetap berada dalam status siaga di wilayah masing-masing, mengingat ancaman kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sebagian besar peralatan utama masih berada dalam kondisi siap operasional. Hal ini dinilai penting untuk menjamin kontinuitas pelayanan, terutama ketika terjadi lonjakan insiden akibat cuaca ekstrem.
Dalam strategi pemerataan layanan, Damkarmatan Kukar juga mendistribusikan satu unit mobil Komodo ke wilayah Muara Uwis. Kawasan tersebut berada di bantaran Sungai Mahakam dan memiliki akses yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan pemadam berukuran besar.
Penempatan kendaraan khusus itu menjadi langkah adaptif terhadap tantangan geografis wilayah. Dengan kemampuan mobilitas yang lebih fleksibel, unit tersebut diharapkan mampu mendukung pengangkutan peralatan pemadam sekaligus mempercepat penanganan insiden di daerah terpencil.
Pendekatan Damkarmatan tidak berhenti pada pengecekan sarana semata. Monitoring lapangan dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, grup koordinasi digital, hingga inspeksi langsung ke pos-pos sektor.
Sebelumnya, jajaran Damkarmatan juga telah melakukan peninjauan ke wilayah Kota Bangun guna memastikan kesiapan personel dan kondisi sarpras di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari sistem kontrol dinamis yang menyesuaikan dengan situasi aktual.
Selain fokus pada mitigasi kebakaran, Damkarmatan Kukar tetap menjalankan fungsi penyelamatan dalam berbagai operasi kemanusiaan. Salah satunya keterlibatan dalam pencarian korban tenggelam di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, yang akhirnya berhasil ditemukan.
Keterlibatan lintas fungsi ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal pemadaman api, melainkan keseluruhan kapasitas penyelamatan masyarakat dalam berbagai situasi darurat.
Melalui penguatan personel, distribusi alat khusus, dan strategi pemantauan berlapis, Damkarmatan Kukar menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan wilayah menghadapi ancaman El Nino serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal di seluruh penjuru Kutai Kartanegara.
(Yuliana w)

