May 2, 2026

Mediasiutama.com, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan pendekatan yang lebih reflektif dan progresif. Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Kukar, Jumat (1/5/2026), dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat.

Momentum tahunan yang identik dengan perjuangan kelas pekerja ini dimaknai sebagai ruang membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya peran buruh dalam menopang struktur ekonomi daerah maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Taufik Hidayat membacakan sambutan Bupati Kukar yang menegaskan bahwa Hari Buruh bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat atas nilai-nilai humanis dan penghormatan terhadap perjuangan pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya.

“Peringatan ini menjadi refleksi bahwa buruh adalah elemen vital dalam perekonomian nasional. Mereka hadir di berbagai lini, mulai dari penggerak ekonomi, pelaksana pembangunan infrastruktur, hingga kontributor penerimaan negara melalui pajak penghasilan,” ujar Taufik saat membacakan pesan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Kukar, lanjutnya, berkomitmen memperkuat perlindungan sekaligus kesejahteraan tenaga kerja melalui program unggulan Kukar Idaman Terbaik. Salah satu fokus utamanya adalah program dedikasi Kukar Siap Kerja, yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas serta daya saing Tenaga Kerja Lokal (TKL) agar mampu beradaptasi dengan tuntutan industri modern yang terus berkembang.

Dalam konteks yang lebih luas, peringatan May Day 2026 di Kukar juga dikaitkan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Menurut Taufik, perjuangan pekerja untuk memperoleh upah layak, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang adil memiliki keterkaitan erat dengan target pembangunan berkelanjutan dunia.

Ia menyoroti relevansi peringatan tersebut dengan SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth, yang menekankan pentingnya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Selain itu, semangat perjuangan buruh juga sejalan dengan SDG 10 mengenai pengurangan kesenjangan sosial dan ekonomi, serta SDG 16 tentang penguatan institusi yang adil dan inklusif.

“Perjuangan para buruh di Kukar adalah bagian dari komitmen global menuju pembangunan berkelanjutan. Kehadiran kita hari ini adalah sinyal penting bahwa ruang dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus terus diperkuat,” tegasnya.

Lebih jauh, Pemkab Kukar ingin mendorong perubahan paradigma dalam memaknai Hari Buruh. Jika selama ini May Day identik dengan demonstrasi di jalan, maka kini diarahkan menjadi forum diskusi strategis untuk merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif, adil, dan solutif.

Transformasi pendekatan ini diyakini dapat membangun hubungan industrial yang harmonis. Pemerintah menilai, peningkatan produktivitas pekerja akan berdampak langsung pada pertumbuhan perusahaan, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Peringatan May Day 2026 di Kukar pun menjadi cerminan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari kualitas hubungan antara pekerja, pemerintah, dan dunia usaha. Ketiganya merupakan pilar penting dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, berkelanjutan, dan berkeadilan.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *