May 20, 2026

Mediasiutama.com, Tenggarong – Penutupan sekitar 10 titik tempat pembuangan sementara (TPS) di Kecamatan Tenggarong memunculkan tantangan baru dalam pengelolaan sampah lingkungan. Di tengah perubahan sistem pembuangan tersebut, warga RT 15 Kelurahan Panji memilih mengambil langkah berbeda dengan mengubah bekas area pembuangan sampah liar menjadi kebun tanaman produktif berbasis gotong royong masyarakat.

 

Ketua RT 15 Kelurahan Panji, Kusman, mengatakan kawasan yang kini ditanami berbagai jenis sayuran itu sebelumnya merupakan lokasi yang kerap dipenuhi sampah berserakan. Ironisnya, sampah yang dibuang bukan hanya limbah rumah tangga biasa, melainkan juga barang bekas berukuran besar hingga limbah organik yang menimbulkan bau menyengat.

 

“Dulu di sini banyak orang buang sampah sembarangan. Bukan hanya sampah rumah tangga, tapi ada kursi rusak, springbed, bahkan kepala ayam juga dibuang di sini. Warga sekitar banyak yang mengeluh karena sampah dibuang di luar bak, bukan dimasukkan ke tempat yang sudah disediakan,” ujar Kusman saat ditemui pada 14 Mei 2026.

 

Menurutnya, kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah secara asal membuat lingkungan terlihat kumuh dan tidak nyaman. Banyak warga hanya melempar kantong plastik sampah dari kendaraan tanpa memastikan sampah masuk ke dalam bak penampungan.

 

Kondisi tersebut mendorong pengurus RT bersama masyarakat melakukan penataan ulang kawasan sekitar TPS. Area yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah kini dialihkan menjadi lahan hijau yang ditanami terong, tomat, dan cabai atau lombok.

 

Bagi warga, langkah itu bukan sekadar memperindah lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan secara lebih produktif. Selain menjaga kebersihan, hasil tanaman nantinya diharapkan dapat dinikmati bersama oleh masyarakat sekitar.

 

“Kami ingin tempat ini lebih bermanfaat. Cabai sekarang mahal, jadi kalau berhasil panen warga bisa ikut menikmati hasilnya. Yang penting dirawat dan disiram bersama,” kata Kusman.

 

Program sederhana tersebut juga melibatkan partisipasi aktif warga melalui kerja bakti dan gotong royong rutin. Warga sekitar disebut ikut membersihkan area, menanam bibit hingga menjaga tanaman agar tetap tumbuh dengan baik. Semangat kebersamaan itu dinilai menjadi modal penting dalam membangun kesadaran lingkungan di tingkat permukiman.

 

Seiring penutupan sejumlah TPS di Tenggarong, RT 15 juga mengalihkan pembuangan sampah warga ke bak penampungan besar yang berada di pintu masuk Stadion Rondong Demang. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki pengawasan CCTV sehingga dinilai lebih efektif untuk mengontrol perilaku pembuangan sampah liar.

 

“Sekarang warga kami diarahkan membuang sampah ke tempat besar di pintu masuk Stadion Rondong Demang karena ada CCTV. Jadi kalau ada yang buang sampah sembarangan bisa terlihat,” jelasnya.

 

Penutupan TPS di sejumlah titik Tenggarong memang menjadi bagian dari upaya penataan kebersihan kota dan pengurangan titik pembuangan liar. Namun di sisi lain, perubahan itu juga menuntut kesiapan masyarakat untuk membangun disiplin baru dalam pengelolaan sampah.

 

Apa yang dilakukan warga RT 15 Kelurahan Panji menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak selalu harus diselesaikan dengan pendekatan formal semata. Inisiatif warga, pengawasan sosial, dan pemanfaatan ruang secara kreatif dapat menjadi solusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

 

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *