Mediasiutama.com, Samarinda – Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 resmi ditutup di GOR Segiri Samarinda, Rabu (20/5/2026), setelah berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan persaingan ketat antarkontingen kepolisian dari berbagai daerah di Indonesia. Penutupan turnamen berlangsung meriah dan dipenuhi atmosfer sportivitas yang mencerminkan semangat pembinaan atlet sekaligus penguatan solidaritas internal Polri.
Ratusan atlet, official, pelatih, panitia, hingga pendukung memadati arena penutupan yang menjadi akhir dari rangkaian pertandingan berbagai kelas putra dan putri. Ajang tersebut tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat nilai disiplin, mental bertanding, dan persaudaraan antarpersonel kepolisian.
Ketua Judo Bhayangkara, Daniel Adityajaya, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan. Ia menilai pelaksanaan Kapolri Cup 2026 berjalan sukses, aman, dan tertib dengan tetap menjunjung tinggi semangat fair play selama pertandingan berlangsung.
Dalam sambutannya, Daniel menegaskan bahwa olahraga judo memiliki makna lebih luas dibanding sekadar kompetisi untuk meraih kemenangan. Menurutnya, judo merupakan media pembentukan karakter yang menanamkan nilai integritas, kedisiplinan, dan ketangguhan mental yang relevan dengan tugas kepolisian.
“Judo tidak hanya membentuk ketangguhan fisik, tetapi juga menanamkan nilai integritas, disiplin, dan semangat juang yang tinggi. Nilai tersebut sangat sejalan dengan tugas Bhayangkara dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar terus meningkatkan kemampuan dan menjadikan turnamen tersebut sebagai batu loncatan menuju prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurut Daniel, keberhasilan atlet kepolisian dalam olahraga dapat menjadi representasi positif institusi Polri di tengah masyarakat.
Persaingan dalam Kapolri Cup 2026 sendiri berlangsung ketat sejak hari pertama pertandingan. Kontingen Polda Metro Jaya tampil dominan dengan mengoleksi sejumlah medali emas dan keluar sebagai Juara Umum I. Posisi Juara Umum II ditempati Polda Jawa Barat, sedangkan tuan rumah Polda Kalimantan Timur berhasil mengamankan posisi Juara Umum III.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Kalimantan Timur yang mampu menunjukkan daya saing di hadapan peserta dari berbagai daerah.
Sejumlah atlet Polda Kaltim berhasil menorehkan prestasi di berbagai kelas pertandingan, termasuk medali emas pada kategori putra kelas -60 kilogram serta emas di kategori putri kelas -48 kilogram.
Selain itu, atlet-atlet tuan rumah juga sukses meraih beberapa medali perak dan perunggu di kelas lainnya, memperlihatkan perkembangan pembinaan olahraga judo di lingkungan kepolisian daerah.
Prosesi penyerahan piala juara umum dilakukan langsung oleh Kapolda Kaltim kepada para perwakilan kontingen terbaik sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi atlet selama turnamen berlangsung.
Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 di Samarinda dinilai tidak hanya sukses dari sisi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet Polri yang berkelanjutan. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat soliditas dan semangat sportivitas di tubuh kepolisian Indonesia.

