Mediasiutama.com, Gunungkidul – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan membangun rumah layak huni bagi seorang warga lanjut usia yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan di Padukuhan Klepu, Kalurahan Tambakromo, Kapanewon Ponjong.
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa meninjau langsung proses pembangunan rumah milik Waluyo (70), Sabtu (13/6/2026).
Lansia yang akrab disapa Mbah Waluyo tersebut diketahui selama ini tinggal di rumah sederhana dengan kondisi yang memprihatinkan. Bangunan berukuran kecil yang ditempatinya hanya beralaskan tanah, sementara dindingnya terbuat dari terpal plastik dan kayu seadanya yang tidak mampu memberikan perlindungan maksimal dari cuaca.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan ekonomi yang dialami Mbah Waluyo. Di usia senjanya, ia harus menjalani kehidupan seorang diri.
Istrinya merantau ke Lampung untuk bekerja sebagai buruh pemetik kopi, sedangkan keempat anaknya telah berkeluarga dan menetap di luar Pulau Jawa. Situasi itu membuat Mbah Waluyo menjalani hari-harinya dengan segala keterbatasan tanpa pendampingan keluarga secara langsung.
Berangkat dari kondisi tersebut, Polres Gunungkidul mengambil langkah nyata dengan menginisiasi program bedah rumah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial menyambut HUT Bhayangkara ke-80.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, pemerintah kalurahan, serta masyarakat setempat yang bergotong royong dalam proses pembangunan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi gambaran bahwa penyelesaian persoalan sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi Mbah Waluyo, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dituntut mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.
“Polri dituntut untuk selalu tanggap terhadap situasi yang ada di lingkungan sekitar. Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri harus hadir di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan kemasyarakatan maupun menjadi problem solver atas berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujar Damus Asa.
“Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata” Tegasnya .
Kehadiran aparat kepolisian diharapkan dapat dirasakan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap aspek kemanusiaan.
Program bedah rumah bagi Mbah Waluyo menjadi simbol bahwa pengabdian institusi kepolisian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang ada, sinergi antara Polri, pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kesejahteraan dan memperkuat nilai solidaritas.
(Yuliana)

