July 19, 2026

Mediasiutama.com, KUTAI KARTANEGARA – Kehadiran mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, di Taman Kota Loa Kulu, Sabtu (18/7/2026), menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Ratusan warga memadati kawasan ruang publik tersebut untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dalam nuansa seni, budaya, dan silaturahmi. Bagi Pemerintah Desa Loa Kulu Kota, kunjungan itu bukan sekadar temu masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi awal terbangunnya sinergi dalam mengembangkan potensi daerah.

 

Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Loa Kulu Kota Muhammad Rizali, Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, Komunitas Seni Kecamatan Loa Kulu, tokoh masyarakat, pelaku seni, serta warga yang datang dari berbagai wilayah di Kecamatan Loa Kulu.

 

Dalam sambutannya, Muhammad Rizali menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rita Widyasari yang dinilai memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat.

 

Menurutnya, kehadiran tokoh yang pernah memimpin Kutai Kartanegara itu menjadi kebanggaan sekaligus momentum mempererat hubungan dengan masyarakat Loa Kulu.

“Atas nama Pemerintah Desa Loa Kulu Kota, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Rita Widyasari. Kehadiran beliau merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat kami,” ujar Rizali.

 

Ia juga mengenang sejumlah program pembangunan yang pernah dilaksanakan pada masa kepemimpinan Rita Widyasari, termasuk penetapan lokasi pembangunan jembatan di kawasan Loa Kulu. Menurut Rizali, kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses serta mendorong pengembangan wilayah yang kini mulai menunjukkan perubahan.

 

Rizali menjelaskan, kawasan yang dahulu belum termanfaatkan secara optimal kini secara bertahap ditata menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas, berkreasi, hingga menggelar berbagai kegiatan sosial dan budaya. Penataan tersebut, katanya, merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat.

 

Lebih jauh, Pemerintah Desa Loa Kulu Kota telah menyiapkan sejumlah agenda strategis yang akan digelar mulai Agustus hingga November 2026. Salah satu kegiatan unggulan adalah Festival Budaya Loa Kulu yang tahun ini direncanakan berlangsung lebih semarak dengan melibatkan komunitas seni, pelaku UMKM, hingga generasi muda.

 

Selain itu, akan digelar kegiatan Seribu Tumpeng yang dilaksanakan bersama Polsek Loa Kulu sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

 

Menurut Rizali, rangkaian agenda tersebut bukan hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat, melainkan juga menjadi media promosi daerah yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya, potensi ekonomi, serta daya tarik wisata Loa Kulu kepada khalayak yang lebih luas.

 

Dalam kesempatan itu, Rizali juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Mahakam yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Loa Kulu. Ia menyebut wilayahnya merupakan salah satu sentra perikanan di Kutai Kartanegara dengan hasil produksi yang mencapai ratusan ton setiap hari, sehingga keberlanjutan ekosistem sungai harus menjadi perhatian bersama.

 

Ia mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, tidak menggunakan racun maupun alat setrum dalam menangkap ikan, serta terus menjaga kualitas lingkungan demi keberlangsungan sumber daya perikanan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.

 

“Melalui Festival Budaya nanti, kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat agar semakin peduli terhadap Sungai Mahakam. Menjaga kebersihan sungai dan kelestarian ekosistemnya adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi berikutnya,” tegasnya.

 

Menutup sambutannya, Rizali berharap kunjungan Rita Widyasari menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara berbagai elemen masyarakat dengan tokoh-tokoh yang memiliki perhatian terhadap pembangunan Kutai Kartanegara. Ia optimistis kolaborasi yang terjalin akan memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan masyarakat di Loa Kulu.

 

“Mudah-mudahan ini bukan menjadi kunjungan terakhir. Kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk terus bersinergi, memperkuat silaturahmi, dan bersama-sama membangun serta memajukan Loa Kulu sebagai daerah yang maju, berbudaya, dan memiliki daya saing,” pungkas Rizali.

 

(Yuliana)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *