May 14, 2026

Mediasiutama.com, KUTAI KARTANEGARA – Tradisi bersih desa kembali menghidupkan semangat kebersamaan masyarakat Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tahunan yang sarat nilai budaya tersebut tahun ini terasa istimewa setelah dihadiri Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.

Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, masyarakat Ponoragan justru memperlihatkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat desa. Bersih desa tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen, keselamatan, serta keharmonisan hidup antarwarga selama setahun terakhir.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, mengatakan kegiatan tersebut lahir dan tumbuh dari inisiatif masyarakat secara turun-temurun. Pemerintah desa, kata dia, hanya berperan sebagai pendukung, sementara seluruh rangkaian kegiatan dijalankan secara gotong royong oleh warga.

“Ini memang tradisi masyarakat. Semua terlibat bersama-sama. Pemerintah desa hanya membantu dari belakang karena inti kegiatan ini adalah kebersamaan warga,” ujarnya.

Menurut Sarmin, kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menjadi energi positif bagi masyarakat. Bahkan, pihak desa mengaku tidak melakukan persiapan khusus karena informasi kedatangan baru diterima dua hari sebelum acara berlangsung.

“Kami juga tidak menyangka Pak Bupati dan Pak Wakil Gubernur bisa hadir. Baru dua hari lalu dihubungi protokol. Jadi acaranya tetap berjalan alami seperti biasanya karena memang ini murni kegiatan warga,” katanya.

Tradisi bersih desa di Ponoragan juga menjadi ruang sosial yang memperkuat hubungan antarmasyarakat. Warga membawa berbagai hidangan khas untuk dinikmati bersama, menciptakan suasana hangat yang jarang ditemui di tengah aktivitas sehari-hari yang semakin sibuk.

“Di sini masyarakat bisa saling mencicipi masakan tetangga. Hal sederhana seperti ini justru mempererat silaturahmi,”tambah Sarmin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menilai tradisi seperti bersih desa memiliki makna penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Ia menyebut semangat gotong royong yang lahir dari tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang harus terus dipertahankan.

“Ini bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi juga bagian dari menjaga budaya bangsa. Semangat gotong royong harus tetap hidup agar desa menjadi bersih, sehat, dan masyarakatnya saling percaya,” ujarnya.

Kehadiran pemerintah daerah dalam tradisi masyarakat dinilai menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga akar budaya dan solidaritas sosial.

Di Desa Ponoragan, tradisi bersih desa menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah perubahan zaman.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *