May 14, 2026

Mediasiutama.com, Balikpapan – Dinamika menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur mulai memunculkan berbagai spekulasi politik dan manuver dukungan. Di tengah ramainya pembahasan publik, nama Syahariah Mas’ud ikut terseret sebagai salah satu figur yang disebut-sebut bakal maju dalam kontestasi Ketua KONI Kaltim periode 2026 – 2030.

Namun isu tersebut dipastikan tidak benar. Politisi yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur itu secara tegas membantah kabar pencalonannya dan menyebut informasi yang beredar di media sosial sebagai hoaks.

“Saya tidak berminat untuk maju. Isu yang beredar itu hoaks. Saya sadar diri jadi tidak akan terjun ke bidang itu,” ujar Syahariah, Kamis (14/5/2026).

Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang beberapa hari terakhir berkembang di ruang publik, terutama setelah muncul pembahasan mengenai figur-figur potensial yang dinilai memiliki pengaruh politik maupun jaringan organisasi untuk memimpin KONI Kaltim ke depan.

Syahariah menegaskan dirinya tidak memiliki latar belakang maupun orientasi khusus di dunia olahraga yang dapat menjadi dasar untuk memimpin organisasi tersebut.

Menurutnya, jabatan Ketua KONI membutuhkan figur yang benar-benar memahami pembinaan atlet, tata kelola organisasi olahraga, hingga strategi peningkatan prestasi daerah.

“Posisi itu lebih tepat diisi oleh orang yang memang memiliki kapasitas dan perhatian serius terhadap dunia olahraga,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu yang belum memiliki dasar jelas. Menurutnya, proses pemilihan Ketua KONI seharusnya tidak dipenuhi rumor yang justru dapat mengaburkan substansi utama, yakni kualitas dan visi calon pemimpin olahraga di Kalimantan Timur.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan bursa Ketua KONI Kaltim. Figur seperti Alwy, Andre, hingga Sapto disebut aktif melakukan komunikasi dan penjajakan dukungan menjelang proses pemilihan. Munculnya nama Syahariah di tengah dinamika tersebut bahkan sempat memunculkan asumsi publik terkait penguatan pengaruh politik dalam organisasi olahraga.

Meski demikian, Syahariah memilih menepis seluruh spekulasi tersebut dan menegaskan dukungannya terhadap proses demokrasi yang sehat di tubuh KONI Kaltim.

“Kita mendukung siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Ketua KONI Kaltim. Yang penting mampu bekerja dan membawa olahraga Kalimantan Timur lebih berprestasi,” ujarnya.

Ia berharap proses pemilihan tidak hanya menjadi arena perebutan pengaruh, melainkan momentum untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga daerah. Menurutnya, tantangan KONI ke depan tidak ringan, terutama dalam menjaga konsistensi prestasi atlet Kaltim di tingkat nasional maupun mempersiapkan regenerasi atlet secara berkelanjutan.

“Mari kita biarkan proses pemilihan Ketua KONI Kaltim berjalan sehat dan fokus pada kualitas calon yang ada. Siapa pun yang terpilih nantinya harus benar-benar memperhatikan kinerja karena tantangan olahraga ke depan semakin besar,” tutupnya.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *