June 9, 2026

Mediasiutama.com, SAMARINDA – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur memasuki babak kepemimpinan baru. Bayu Surya Gandamana resmi ditetapkan sebagai Ketua JMSI Kaltim periode 2026–2031 untuk melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dipegang almarhum Mohammad Sukri, tokoh yang selama ini dikenal berperan besar dalam membangun fondasi organisasi media siber di Benua Etam.

 

Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat pengurus JMSI Kaltim pada Senin (8/6/2026) sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) JMSI. Proses pengambilan keputusan berlangsung secara musyawarah dan aklamasi, mencerminkan semangat kekeluargaan yang selama ini menjadi ciri khas organisasi.

 

Pergantian kepemimpinan ini tidak hanya menandai perubahan struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi JMSI Kaltim untuk melanjutkan agenda penguatan perusahaan pers di tengah dinamika industri media yang terus berkembang. Terlebih, penetapan Bayu dilakukan dalam suasana yang masih menyisakan duka atas wafatnya Mohammad Sukri pada 16 April 2026.

 

Dalam pernyataannya, Bayu mengaku menerima amanah tersebut dengan penuh rasa hormat sekaligus kesadaran akan besarnya tanggung jawab yang harus diemban. Menurutnya, kepemimpinan baru bukan sekadar melanjutkan jabatan administratif, melainkan menjaga nilai, semangat, dan visi organisasi yang telah dibangun oleh pendahulunya.

 

“Ini adalah amanah besar. Saya melihat almarhum telah meletakkan pondasi yang kuat bagi JMSI Kaltim. Tugas kami sekarang adalah menjaga, merawat, dan mengembangkan apa yang sudah dibangun agar semakin memberikan manfaat bagi anggota dan dunia pers secara umum,” ujarnya.

 

Bayu menegaskan bahwa arah perjuangan JMSI Kaltim tidak akan berubah. Organisasi tetap berkomitmen memperkuat kualitas perusahaan media, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang jurnalistik, memperjuangkan perlindungan hukum bagi insan pers, serta mendorong kemandirian ekonomi media agar tetap mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen.

 

Sebagai langkah konkret, kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Di antaranya pelaksanaan pelatihan jurnalistik berkelanjutan, fasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), penguatan tata kelola perusahaan media, hingga penyediaan pendampingan hukum bagi anggota yang menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

 

Menurut Bayu, kualitas dan profesionalisme media menjadi faktor utama yang harus terus diperkuat di tengah derasnya arus informasi digital. Persaingan tidak lagi hanya terjadi antarperusahaan media, tetapi juga dengan berbagai platform digital yang bergerak sangat cepat dalam mendistribusikan informasi.

 

“Media harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi tetap memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik. Kecepatan penting, namun akurasi dan integritas jauh lebih penting,”tegasnya.

 

Selain fokus pada peningkatan kapasitas anggota, JMSI Kaltim juga berkomitmen memperluas jangkauan program hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Langkah tersebut dinilai penting agar penguatan organisasi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anggota.

 

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi organisasi media saat ini juga semakin kompleks. Disrupsi digital, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, hingga persoalan keberlanjutan bisnis media menjadi isu yang harus dijawab dengan strategi yang adaptif dan inovatif.

 

Sementara itu, Ketua Harian JMSI Pusat, Ari Rahman, menilai Kalimantan Timur memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta perkembangan media siber nasional. Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai membuka peluang besar bagi media lokal untuk berkembang dan mengambil peran yang lebih luas dalam ekosistem informasi nasional.

 

Menurutnya, JMSI Kaltim berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan media siber di kawasan Kalimantan bahkan Indonesia bagian timur. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata, memperkuat regenerasi jurnalis, dan membangun kolaborasi yang produktif dengan berbagai pemangku kepentingan.

 

Ari juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan organisasi dengan tetap menghormati jejak perjuangan para pendiri dan pengurus sebelumnya.

 

“Kepengurusan hari ini tidak memulai dari nol. Ada sejarah panjang, ada fondasi yang sudah dibangun dengan kerja keras. Tugas kita adalah menjaga dan melanjutkan perjuangan itu agar JMSI semakin kuat, profesional, dan relevan menghadapi masa depan,” ujarnya.

 

Dengan kepemimpinan baru tersebut, JMSI Kaltim diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai rumah bersama bagi perusahaan media siber, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mendorong lahirnya jurnalisme yang berkualitas, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik di era transformasi digital.

 

(Yuliana)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *