June 21, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor kembali terlihat di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Berbagai elemen masyarakat bersama pemerintah desa, aparat keamanan, dan pihak perusahaan bahu-membahu melaksanakan perbaikan ruas jalan yang selama ini menjadi jalur utama penghubung sejumlah desa di wilayah tersebut.

 

Kegiatan perbaikan jalan tersebut melibatkan masyarakat Desa Loh Sumber, Pemerintah Desa Loh Sumber, unsur Koramil, personel Polsek Loa Kulu, serta dukungan dari PT Multi Harapan Utama (MHU). Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa persoalan infrastruktur tidak selalu harus menunggu penyelesaian dari satu pihak, melainkan dapat dihadapi melalui sinergi dan kepedulian bersama.

 

Kepala Desa Loh Sumber, Hari, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar memperbaiki kondisi fisik jalan. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

 

“Ini bukan hanya soal memperbaiki jalan yang rusak, tetapi juga menunjukkan bahwa ketika semua pihak bersatu, persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diatasi bersama. Semangat gotong royong inilah yang harus terus dijaga,” ujarnya.

 

Ruas jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer atau hampir mencapai dua kilometer. Jalur tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Loh Sumber dengan beberapa desa lain di Kecamatan Loa Kulu, yakni Jembayan Tengah, Jembayan Dalam, Sungai Payang, Lung Anai, hingga Sungai Payang Hilir.

 

Keberadaan jalan tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Selain menjadi sarana mobilitas warga, akses tersebut juga menopang berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan tersebut. Sejumlah usaha peternakan ayam petelur, sektor pertanian, hingga aktivitas pendidikan sangat bergantung pada kelancaran jalur tersebut.

 

“Setiap hari jalan ini digunakan masyarakat untuk berbagai kepentingan. Ada kendaraan pengangkut hasil pertanian, aktivitas usaha peternakan, serta anak-anak sekolah yang melintas. Karena itu, keberadaan jalan yang layak sangat penting bagi kelancaran aktivitas warga,” jelas Hari.

 

Respons positif pun datang dari masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak kerusakan jalan. Perbaikan yang dilakukan dinilai mampu mengurangi hambatan mobilitas sekaligus memperlancar distribusi hasil usaha masyarakat yang menjadi salah satu penopang perekonomian desa.

 

Meski demikian, Hari berharap langkah yang dilakukan saat ini dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas infrastruktur secara lebih permanen. Menurutnya, kebutuhan akan jalan yang lebih representatif memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

“Harapan masyarakat tentu jalan ini ke depan bisa ditingkatkan menjadi lebih baik. Apa yang kami lakukan sekarang merupakan langkah awal. Karena jika hanya menunggu, masyarakat yang terus merasakan dampaknya. Maka kami memilih bergerak bersama untuk mengurangi kesulitan yang mereka hadapi,” pungkasnya.

 

Perbaikan jalan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada anggaran dan kebijakan, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi. Ketika masyarakat, pemerintah, aparat, dan dunia usaha berjalan dalam satu tujuan, hadir optimisme bahwa akses infrastruktur yang lebih baik dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

 

(Yuliana)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *