Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara, 2 Juli 2025 — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) kembali menggelar Job Fair 2025 sebagai wujud nyata komitmen mengurangi angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 2–3 Juli 2025, di Gedung Bela Diri Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Job Fair kali ini dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati, Ketua DPRD, perwakilan Forkopimda, Kejaksaan, Polres, Kodim, serta pimpinan OPD dan perusahaan-perusahaan peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pendidikan dalam mendorong kemajuan daerah melalui penciptaan lapangan kerja.
“Job Fair ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi langkah strategis menghadirkan peluang kerja secara langsung dan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kepala Bidang Distransnaker Kukar menjelaskan bahwa sebanyak 28 perusahaan turut ambil bagian, berasal dari sektor pertambangan batubara, perkebunan, perbankan, keuangan, makanan, hingga jasa lainnya. Tujuan utama kegiatan ini adalah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dalam satu wadah terpadu.
“Pencari kerja tak perlu lagi jauh-jauh, semua peluang tersedia di sini. Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat barcode yang kami sediakan di lokasi, atau langsung datang ke booth perusahaan,” jelasnya.
Sebagai syarat utama, pelamar diwajibkan memiliki Kartu AK1 (Kartu Kuning). Namun, bagi yang belum memiliki, panitia juga menyediakan layanan pembuatan AK1 langsung di lokasi.
Nisa, salah satu peserta asal Loa Janan, mengaku senang bisa mengikuti Job Fair 2025 ini.
“Saya tahu info Job Fair dari media sosial. Ternyata benar-benar bermanfaat. Ada satu perusahaan yang cocok dengan latar belakang saya. Semoga rezeki,” katanya dengan penuh semangat.
Melalui Job Fair ini, Pemkab Kukar berharap dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan, serta membuka jalan bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.(Yuliana W)

