Mediasiutama.com, TENGGARONG – Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Lapas Kelas IIA Tenggarong tahun ini menghadirkan suasana yang tidak sekadar religius, tetapi juga sarat pesan kemanusiaan. Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, gema takbir dan pelaksanaan ibadah kurban menjadi simbol bahwa nilai kepedulian sosial tetap dapat tumbuh dan dirasakan oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Momentum Iduladha di Lapas Kelas IIA Tenggarong, Jumat pagi, berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Seluruh WBP bersama jajaran petugas mengikuti pelaksanaan Sholat Iduladha di lapangan utama lapas dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Nuansa religius tampak menyelimuti area lapas sejak pagi hari. Warga binaan dan petugas membaur tanpa sekat dalam pelaksanaan ibadah yang sarat makna pengorbanan, keikhlasan, serta semangat persaudaraan. Bagi lembaga pemasyarakatan, kegiatan tersebut bukan hanya agenda keagamaan tahunan, melainkan juga bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Pelaksanaan Iduladha di lingkungan lapas dinilai menjadi ruang refleksi moral yang penting, khususnya dalam membangun kesadaran spiritual serta memperkuat proses pembinaan kepribadian bagi para warga binaan selama menjalani masa pidana.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban oleh panitia kurban Lapas Kelas IIA Tenggarong. Tahun ini, total sembilan hewan kurban disembelih, terdiri dari empat ekor sapi dan lima ekor kambing.
Empat sapi kurban tersebut berasal dari Bupati Kutai Kartanegara, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, PT Alam Jaya Pratama, serta seorang donatur yang tidak ingin disebutkan identitasnya. Sementara lima ekor kambing merupakan bantuan dari Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara, Kejaksaan Negeri Kutai Barat, BRI, serta salah seorang pegawai lapas bernama Rendy.
Kehadiran bantuan kurban dari berbagai unsur pemerintah, lembaga, hingga pihak swasta dinilai menjadi bentuk perhatian nyata terhadap warga binaan, sekaligus mencerminkan semangat gotong royong lintas institusi dalam momentum hari besar keagamaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Menurutnya, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan rasa kemanusiaan.
“Momentum Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan melalui bantuan hewan kurban ini,” ujarnya.
Daging kurban selanjutnya didistribusikan kepada seluruh warga binaan, petugas lapas, serta masyarakat sekitar lingkungan pemasyarakatan. Proses distribusi dilakukan secara tertib oleh panitia dengan mengedepankan asas pemerataan dan kebersamaan.
Lebih dari sekadar pembagian daging kurban, kegiatan tersebut menjadi simbol hadirnya nilai kemanusiaan di lingkungan pemasyarakatan. Di tengah keterbatasan ruang dan kebebasan, warga binaan tetap diberi kesempatan merasakan suasana Iduladha secara layak dan penuh makna.
Pelaksanaan kurban di Lapas Tenggarong juga memperlihatkan pendekatan pemasyarakatan yang semakin humanis. Bahwa lembaga pemasyarakatan bukan semata tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan yang berupaya membangun kembali nilai moral, spiritual, dan sosial bagi warga binaan agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.
Melalui semangat Iduladha, Lapas Kelas IIA Tenggarong ingin menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan tidak mengenal batas tembok pemasyarakatan. Nilai pengorbanan dan kemanusiaan justru menemukan maknanya ketika mampu dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan hidup di balik jeruji.
(Yulianan w)

