April 7, 2026

Kadispora Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur terus mendorong generasi muda untuk mandiri dan produktif melalui program pelatihan kewirausahaan yang sistematis, sekaligus membangun jejaring antara pemuda dan dunia usaha agar tercipta ekosistem wirausaha yang berkelanjutan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Program ini menjadi fokus utama Dispora untuk menyiapkan pemuda tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah dengan kemampuan membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan pentingnya pemberdayaan pemuda melalui wirausaha.

“Kita ingin anak-anak muda mulai belajar mandiri dan berwirausaha. Supaya mereka bisa bangkit dengan usahanya sendiri, tidak selalu bergantung pada orang lain,” ujar Basuki,belum lama ini.

Menurut Basuki, Dispora telah menyelenggarakan beragam pelatihan wirausaha bagi pemula hingga pengusaha muda yang ingin mengembangkan bisnisnya, sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan efektivitas program.

“Tahun lalu kami melaksanakan banyak pelatihan, baik untuk wirausaha pemula maupun lanjutan. Sekarang proses monitoring dan evaluasi sedang berjalan untuk melihat sejauh mana peserta dapat mengembangkan usaha mereka,” jelasnya.

Selain pelatihan, Dispora juga memfasilitasi komunikasi antara para pengusaha muda dengan perusahaan besar di Kutim, termasuk PT KPC dan PT Utama, serta instansi terkait seperti Dinas Koperasi dan Perindustrian, agar tercipta kolaborasi yang memperkuat usaha pemuda.

“Kami sering berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan dinas lain. Tujuannya agar mereka bisa membantu mengembangkan usaha pemuda melalui mentoring, pendampingan, dan peluang kerja sama,” kata Basuki, menekankan pentingnya jejaring dalam keberhasilan wirausaha pemuda.

Ia menambahkan, program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi pembinaan berkelanjutan yang menekankan inovasi, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan belajar dari kegagalan.

“Kami ingin anak muda punya semangat kewirausahaan yang kuat. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan muncul pengalaman berharga yang membentuk pengusaha tangguh,” ujarnya.

Basuki juga memastikan pemerintah daerah akan terus menjadi mitra strategis, menyediakan pelatihan dan pembinaan mental, sementara untuk permodalan bisa digandengkan dengan instansi terkait atau lembaga keuangan.

“Kami bantu dari sisi pelatihan dan pembinaan mental, sementara untuk permodalan bisa dikolaborasikan dengan instansi terkait. Pendekatan ini membuat pemuda lebih siap menghadapi tantangan usaha,” tambahnya.

Ia optimistis, semangat wirausaha pemuda akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus mendukung visi Bupati Kutim untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah.

“Ketika banyak pemuda berwirausaha, ekonomi rakyat akan bergerak. Ini juga mendukung visi Bupati Kutim untuk kemandirian ekonomi daerah,” tegas Basuki, menutup pembicaraan dengan keyakinan bahwa pemuda menjadi kunci masa depan Kutai Timur.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *