February 23, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Sebuah kecelakaan perairan terjadi di wilayah Sungai Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Sebuah perahu ces yang digunakan untuk mengantar pekerja ditabrak kapal Landing Craft Tank (LCT) yang melintas dengan kecepatan cukup tinggi.

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang dilaporkan hilang, sementara satu penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Korban hilang diketahui bernama Arani (58), pemilik sekaligus pengemudi perahu ces. Hingga pukul 10.30 WIB, korban belum ditemukan. Sementara itu, Ilan (21), seorang karyawan PT BSS yang menjadi penumpang perahu, berhasil selamat dan telah kembali ke pihak keluarganya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluarga korban serta laporan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, kejadian bermula saat Arani seperti biasa mengantar Ilan menyeberangi sungai menuju lokasi kerja.

Namun, ketika perahu berada di tengah sungai, sebuah kapal LCT tiba-tiba datang dari arah yang tidak terduga dan menabrak sisi perahu ces, sehingga perahu kehilangan keseimbangan dan menyebabkan keduanya terjatuh ke sungai.

Salah satu anggota keluarga korban mengungkapkan bahwa Arani telah lama berprofesi sebagai pengemudi perahu penyeberangan dan sangat mengenal kondisi sungai tersebut.

“Kami masih berharap kakak kami bisa bertahan. Dua jam setelah kejadian, ponselnya masih aktif.Mungkin beliau berpegangan di dahan atau berada di pinggir sungai,” ujarnya dengan nada harap, saat menghubungi Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, segera menginstruksikan pembentukan tim rescue untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Ia menegaskan bahwa respons cepat dilakukan dengan mengerahkan personel, peralatan, serta logistik sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami. Seluruh tahapan pencarian dilakukan secara terukur dan profesional,” kata Abdi Ratama yang turut memimpin langsung operasi di lapangan.

Tim rescue terdiri dari empat personel berpengalaman, yakni Abdi Ratama, Abdullah, Zainal Muttaqin, dan M. Andi Saparudin. Mereka menggunakan unit kendaraan operasional untuk menuju lokasi, serta membawa perahu karet bermesin tempel, selang penyelaman dasar sungai, dan alat komunikasi portabel guna mendukung pencarian.

Data yang dihimpun menyebutkan, Arani merupakan warga Desa Muara Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, lahir pada 20 April 1968 di Genting Tanah, dan sehari-hari bekerja sebagai petani serta pekebun. Operasi pencarian difokuskan di sekitar titik tabrakan, aliran hilir sungai, serta area rawa dan semak di sepanjang bantaran sungai yang berpotensi menjadi tempat korban bertahan.

Selain Damkarmatan, pencarian juga melibatkan koordinasi dengan Basarnas, kepolisian, serta dinas kesehatan untuk memastikan penanganan lanjutan apabila korban ditemukan. Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih terus berlangsung, dengan harapan korban dapat segera ditemukan dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti dengan penuh kecemasan.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *