April 6, 2026

Mediasiutama.com, TENGGARONG – Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai peringatan Hari Kaseh Selamat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Drs. H. Adji Muhammad Arifin, M.Si, yang genap berusia 75 tahun. Acara yang digelar di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Jalan Mulawarman, Tenggarong, pada Senin (9/2/2026) itu dihadiri unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, serta kerabat kesultanan.

Peringatan Kaseh Selamat menjadi momen adat sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi Sultan, sekaligus refleksi atas peran Kesultanan dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Kutai Kartanegara.

Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa Sultan bukan sekadar simbol seremonial, melainkan figur sentral dalam mematri identitas budaya masyarakat. Menurutnya, keberadaan Sultan menjadi penjaga khazanah adat yang memastikan dinamika sosial tetap berakar pada sejarah dan peradaban yang luhur.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen menempatkan adat dan adab di atas segala kepentingan lainnya. Sebab, adat dan adab inilah yang menjadi identitas, karakter, sekaligus pembeda kita dengan daerah lainnya,” ujar Aulia.

Ia juga menegaskan bahwa dedikasi Sultan dalam melestarikan adat istiadat telah diakui secara formal melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pelestarian Adat Istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Peraturan tersebut menempatkan Sultan sebagai pilar utama dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kebanggaan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Sultan beserta seluruh kerabat kesultanan atas keteladanan dalam menjaga marwah adat dan keharmonisan masyarakat.

Menurutnya, usia ke-75 Sultan menjadi penanda perjalanan panjang kepemimpinan adat yang sarat nilai kebijaksanaan, keteladanan, serta komitmen menjaga keseimbangan antara adat, agama, dan kehidupan sosial.

“Kesultanan Kutai Kartanegara bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga denyut kewibawaan yang terus bernafas di tengah masyarakat. Di tengah dinamika zaman, kesultanan hadir sebagai suluh penerang, menuntun masyarakat agar kemajuan tidak mencabut jati diri budaya,” kata Seno aji.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk berjalan seiring dengan kesultanan dalam setiap arah pembangunan. Menurutnya, pembangunan yang kokoh harus berakar pada budaya, sehingga pelestarian adat, seni, bahasa, dan nilai-nilai kesultanan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Peringatan Hari Kaseh Selamat ini ditutup dengan doa bersama, memohon kesehatan, umur panjang, serta kebijaksanaan bagi Sultan dalam menjalankan amanah sebagai pemangku adat. Momen tersebut sekaligus menegaskan peran Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai perekat persatuan, penjaga harmoni, dan suluh budaya bagi masyarakat Kalimantan Timur.

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *