February 27, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Lingkungan pendidikan yang semestinya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang generasi muda kembali terusik oleh peristiwa kekerasan. Aparat kepolisian dari Polsek Loa Kulu bergerak cepat menangani dugaan tindak pidana penusukan yang melibatkan dua pelajar di SMA Negeri 1 Loa Kulu, Kelurahan Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 09.40 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di dalam ruang kelas saat kegiatan belajar belum sepenuhnya berlangsung. Berdasarkan laporan awal kepolisian, korban berinisial MRP (17) mengalami luka tusuk pada bagian kaki kiri setelah diduga diserang oleh pelaku berinisial ADCA (16). Saat kejadian, korban diketahui sedang beristirahat di dalam kelas ketika pelaku datang, membangunkannya, lalu melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Insiden yang berlangsung dalam waktu singkat itu sempat menimbulkan kepanikan di kalangan siswa dan tenaga pendidik. Pihak sekolah segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Tidak lama berselang, aparat Polsek Loa Kulu tiba di lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus melakukan langkah-langkah awal penyelidikan.

Petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan setelah sempat menjauh menuju area kelas lain di lingkungan sekolah.

Dalam proses penanganan awal, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga bilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan serta satu unit telepon genggam milik pelaku. Seluruh barang bukti kini berada dalam penguasaan penyidik sebagai bagian dari proses pembuktian hukum.

Kanit Reskrim Polsek Loa Kulu, IPTU Danto Utomo, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan dari pihak sekolah dan memastikan situasi dapat segera dikendalikan.

“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak sekolah. Pelaku telah diamankan bersama barang bukti dan saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung. Karena yang bersangkutan masih anak, maka penanganan dilakukan sesuai mekanisme peradilan anak dengan tetap memperhatikan hak-haknya,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa dugaan motif penyerangan dipicu persoalan hubungan pribadi antara pelaku dan korban. Pelaku mengaku menyimpan rasa sakit hati karena merasa kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari korban. Meski demikian, kepolisian masih mendalami keterangan para saksi, pihak sekolah, serta keluarga guna memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai latar belakang kejadian tersebut.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, menyampaikan apresiasi kepada jajarannya atas respons cepat dalam menangani peristiwa tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan.

Menurutnya, keamanan sekolah bukan semata tanggung jawab institusi pendidikan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua, aparat, dan masyarakat. Pendekatan pencegahan melalui komunikasi yang sehat, pembinaan karakter, serta deteksi dini terhadap potensi konflik di kalangan pelajar dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kekerasan serupa terulang.

Saat ini penyidik masih melengkapi administrasi penyelidikan serta mengumpulkan keterangan tambahan guna menentukan langkah hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menghadirkan rasa aman di lingkungan pendidikan melalui penegakan hukum yang profesional sekaligus pendekatan pembinaan sosial bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

 

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *