April 6, 2026

Mediasiutama.com, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian strategis dengan berhasil melakukan onstream Platform WPS-5 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) di lepas pantai Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada (23/2 /2026). Keberhasilan ini memperkuat kontribusi Wilayah Kerja (WK) Mahakam terhadap pasokan gas nasional sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas.

Onstream Platform WPS-5 mencakup produksi perdana dua sumur baru, yakni SS-505 dan SS-504, termasuk pengujian fasilitas produksi serta jaringan pipa. Sumur SS-505 mulai berproduksi pada 21 Februari 2026 setelah melalui tahapan clean-up dan pengujian fasilitas, dengan capaian awal 12 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Setelah evaluasi respons reservoir dan penyesuaian operasi, produksi distabilkan pada kisaran 10–11 mmscfd.

Sementara itu, Sumur SS-504 menjalani proses clean-up pada 23–24 Februari 2026 dan resmi mencapai laju produksi 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64 inci. Seluruh tahapan dilakukan secara bertahap menggunakan sand filter guna menjaga integritas fasilitas serta memastikan keandalan sistem produksi.

Keberhasilan Platform WPS-5 ini menyusul onstream Platform WPS-4 yang telah lebih dahulu beroperasi pada 4 Desember 2025. Dengan beroperasinya dua platform tersebut, total produksi well head gas dari Proyek SNB AOI kini mencapai sekitar 45 mmscfd.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas di WK Mahakam.

“Keberhasilan onstream dua sumur di Platform WPS-5 ini menunjukkan komitmen kuat PHM dalam menjaga keberlanjutan produksi migas serta mendukung ketahanan energi nasional, sejalan dengan Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,”ujar Setyo.

Ia menambahkan, Proyek SNB AOI merupakan bagian dari strategi pengembangan lapangan untuk menahan laju penurunan alami produksi pada lapangan-lapangan mature di Kalimantan.

“Proyek ini adalah wujud komitmen kami untuk terus berinvestasi dalam eksplorasi dan eksploitasi guna menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta meningkatkan produksi migas nasional, khususnya dari wilayah Kalimantan yang memiliki peran penting dalam penyediaan energi Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Setyo menegaskan bahwa penyelesaian seluruh enam platform dalam proyek SNB AOI 1-3-5 diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi secara optimal dan andal.

“Dengan pelaksanaan proyek yang berjalan sesuai rencana, kami optimistis kapasitas produksi dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” katanya.

Sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PHM juga terus mendorong penerapan inovasi dan teknologi dalam pengelolaan lapangan migas.

“Kami meyakini penerapan inovasi dan teknologi menjadi langkah strategis untuk mempertahankan tingkat produksi serta menahan laju penurunan alamiah lapangan-lapangan mature di wilayah Kalimantan,” tegas Setyo.

Melalui sinergi bersama SKK Migas, PHM berkomitmen mengelola WK Mahakam dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan. Capaian ini menjadi indikator penting bahwa investasi berkelanjutan di sektor hulu migas tetap menjadi kunci dalam menopang kebutuhan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi alami lapangan tua.

( Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *