April 6, 2026

Mediasiutama.com, Balikpapan – Upaya memperkuat stabilitas keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif insan pers. Semangat kolaborasi inilah yang mengemuka dalam agenda buka puasa bersama yang digelar jajaran Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Kalimantan Timur bersama organisasi pers di Balikpapan, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Torani tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan perwakilan organisasi media di Kalimantan Timur. Di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, PWI Balikpapan, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kaltim, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Balikpapan, serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Balikpapan.

Pertemuan yang dikemas dalam suasana santai tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga ruang dialog strategis antara kepolisian dan insan pers untuk membahas berbagai isu aktual yang berkembang di Kalimantan Timur.

Ketua JMSI Kalimantan Timur, Mohammad Sukri, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam memperkuat komunikasi antara aparat keamanan dan media. Menurutnya, hubungan yang terbangun secara terbuka dan konstruktif akan membantu menciptakan pemahaman bersama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di masyarakat.

“Diskusi seperti ini sangat penting. Kita bisa saling bertukar pandangan tentang bagaimana menjaga kondusivitas daerah. Dengan komunikasi yang baik, potensi kesalahpahaman dapat diminimalisir sehingga persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujar Sukri.

Ia menambahkan, media memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang akurat dan menyejukkan, terutama ketika menghadapi isu-isu sensitif yang berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat. Dalam konteks daerah yang multikultural seperti Kalimantan Timur, pemberitaan yang berimbang dinilai sangat penting untuk menjaga harmoni sosial.

Sukri juga mengapresiasi inisiatif Direktorat Intelkam Polda Kaltim yang membuka ruang komunikasi dengan berbagai organisasi pers. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen kepolisian dalam membangun kemitraan strategis dengan media.

“Ketika semua asosiasi media dirangkul dalam satu forum seperti ini, kita bisa menyamakan persepsi bahwa menjaga keamanan dan stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit Keamanan Khusus (Kamsus) Direktorat Intelkam Polda Kaltim, Kompol I Gde Dharma Suyasa, menegaskan bahwa hubungan harmonis antara kepolisian dan media merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam membangun narasi positif di tengah masyarakat, terutama di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang sangat cepat.

“Media adalah mitra penting bagi kepolisian. Di tengah derasnya informasi di ruang digital, kita perlu memastikan bahwa informasi yang sampai kepada masyarakat tetap akurat, menyejukkan, dan tidak memicu keresahan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara Polri, insan pers, serta para pegiat media sosial dapat menjadi benteng penting dalam menangkal penyebaran disinformasi maupun hoaks yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial.

Lebih jauh, Kompol Gde Dharma Suyasa berharap komunikasi informal seperti yang terjalin dalam kegiatan buka puasa bersama ini dapat terus berlanjut di berbagai kesempatan lainnya.

Ia menilai diskusi yang berlangsung dalam suasana santai justru seringkali lebih efektif untuk menggali berbagai persoalan yang berkembang di daerah, sekaligus mencari solusi bersama.

“Melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, kita dapat membangun kepercayaan yang kuat antara kepolisian dan media. Tujuannya satu, yakni memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Timur tetap aman, damai, dan kondusif,”pungkasnya.

(Yuliana w)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *