April 6, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Raya BPPN Handil 2 RT 20, Kelurahan Kuala Samboja, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (31/3/2026) dini hari. Peristiwa ini menambah daftar panjang kerentanan kawasan permukiman berbahan kayu terhadap risiko kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Insiden tersebut dilaporkan sekitar pukul 03.05 WITA, meskipun dugaan awal menyebutkan api telah muncul sejak pukul 02.30 WITA. Dalam kurun waktu singkat, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Faktor material rumah yang didominasi kayu serta jarak antarbangunan yang relatif rapat menjadi pemicu cepatnya penyebaran api.

Tim Regu 1 Damkarmatan Pos Sektor Samboja Pesisir tiba di lokasi sekitar pukul 03.15 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman. Dengan dukungan peralatan dan koordinasi lintas instansi, proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih satu setengah jam hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak tiga unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Empat kepala keluarga terdampak dalam kejadian ini, masing-masing atas nama Lampa, Basri, Agus, dan Hervina, dengan total 19 jiwa yang harus kehilangan tempat tinggal sementara.

Keterangan saksi menyebutkan bahwa sumber api diduga berasal dari rumah milik Lampa akibat korsleting listrik. Percikan api yang muncul dengan cepat menyambar bagian bangunan yang mudah terbakar, kemudian diperparah oleh hembusan angin yang cukup kencang pada saat kejadian berlangsung.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak ekonomi yang harus ditanggung para korban, terutama dalam upaya pemulihan pascakebakaran.

Kepala Damkarmatan Pos Sektor Samboja Pesisir, H. Saharuddin, yang turut berada di lokasi kejadian, menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel dalam merespons laporan warga. Ia menilai kecepatan tim dalam menjangkau lokasi menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas lebih jauh.

Senada dengan itu, Kepala Damkarmatan Kutai Kartanegara, H. Fida Hurasani, S.Sos, juga memberikan penghargaan terhadap kinerja petugas di lapangan. Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran tidak hanya ditentukan oleh kecepatan respons, tetapi juga oleh koordinasi yang solid antara berbagai unsur yang terlibat.

“Sinergi antara petugas pemadam, aparat kecamatan, kepolisian, dan TNI menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak yang lebih besar,”ujarnya.

Proses penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 04.15 WITA dalam kondisi aman dan terkendali. Kejadian ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan tempat tinggal, terutama di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi dan dominasi bangunan berbahan mudah terbakar.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *