April 6, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Upaya menghadirkan fasilitas olahraga ekstrem yang representatif di Kutai Kartanegara terus dimatangkan melalui pendekatan partisipatif. Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menginisiasi pertemuan lintas komunitas di Tenggarong guna menyerap aspirasi sekaligus menyatukan persepsi terkait pembangunan skatepark di kawasan Taman Pujasera.

Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan fasilitas yang dibangun tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pengguna utama, yakni komunitas BMX, skateboard, dan inline skate. Rendi menegaskan bahwa keterlibatan komunitas sejak tahap perencanaan menjadi kunci agar skatepark tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur, melainkan ruang publik yang hidup dan fungsional.

“Banyak contoh di daerah lain fasilitas yang akhirnya tidak digunakan secara optimal. Kita tidak ingin hal itu terjadi di Kukar. Target kita jelas, skatepark ini harus menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,”ujarnya, Senin (30/3/2026).

Pembangunan skatepark yang saat ini tengah digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih berada dalam tahap pengerjaan. Meski belum dapat diresmikan, evaluasi desain dan fungsi terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah membuka ruang dialog agar masukan dari komunitas dapat langsung diintegrasikan dalam proses pembangunan.

Menurut Rendi, Kutai Kartanegara memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga ekstrem. Selain didukung oleh faktor geografis yang memungkinkan pengembangan berbagai fasilitas, daerah ini juga memiliki atlet-atlet berbakat yang telah berprestasi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Potensi atlet kita sudah terbukti. Sekarang tugas kita adalah menyiapkan sarana yang layak agar mereka bisa berkembang dan bersaing dengan daerah lain seperti Bali dan Jakarta,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam desain skatepark. Salah satu perhatian utama adalah pemisahan antara area olahraga ekstrem dengan ruang bermain anak-anak. Menurutnya, pengaturan zonasi yang tepat menjadi faktor krusial untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

“Ini bukan sekadar ruang bermain biasa. Olahraga ekstrem memiliki risiko tinggi, sehingga desainnya harus benar-benar memperhatikan standar keamanan,” tegasnya.

Selain itu, Rendi juga mendorong jajaran teknis untuk melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah lebih dulu memiliki fasilitas serupa dengan standar tinggi. Hal ini bertujuan untuk memperkaya referensi desain sekaligus menghindari kesalahan perencanaan yang dapat berdampak pada keberlanjutan penggunaan fasilitas.

Pendekatan kolaboratif yang diambil Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pembangunan fasilitas publik, dari yang semula top-down menjadi lebih inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, skatepark di Kutai Kartanegara diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru, tetapi juga pusat aktivitas kreatif dan olahraga yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *