April 23, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Pergantian kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong berlangsung khidmat melalui prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (17/4/2026). Momentum ini menandai peralihan tanggung jawab dari Suparman, A.Md.IP., S.H., M.H., kepada I Wayan Nurasta Wibawa, A.Md.IP., S.Sos., M.Si., sebagai bagian dari dinamika organisasi dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang adaptif dan berkelanjutan.

Prosesi diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan yang menjadi simbol resmi pergantian kepemimpinan. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh pejabat lama dan pejabat baru, serta disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman. Momen ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kesinambungan program dan stabilitas kelembagaan.

Dalam perspektif kelembagaan, sertijab bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari strategi penyegaran organisasi yang bertujuan memperkuat efektivitas kinerja. Pergantian ini diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam mengoptimalkan fungsi lapas sebagai institusi pembinaan, bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Orientasi tersebut menjadi kunci dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku.

Selama masa kepemimpinannya, Suparman telah meletakkan fondasi penting dalam pengembangan program pembinaan yang menitikberatkan pada aspek kemandirian dan pembentukan karakter warga binaan. Berbagai program yang telah dirintis menjadi pijakan awal yang diharapkan dapat terus dilanjutkan dan disempurnakan oleh kepemimpinan yang baru.

Sementara itu, I Wayan Nurasta Wibawa dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya menjaga kesinambungan program, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembinaan modern, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia serta optimalisasi program reintegrasi sosial.

Lebih jauh, pergantian kepemimpinan ini juga menjadi momentum konsolidasi internal guna memperkuat sinergi antarpetugas serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan kolaboratif dinilai penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang komprehensif, mulai dari aspek pembinaan mental, keterampilan kerja, hingga kesiapan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Dengan beralihnya tongkat estafet kepemimpinan ini, Lapas Kelas IIA Tenggarong diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi institusi pemasyarakatan yang profesional, progresif, dan berorientasi pada hasil. Tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga dalam mencetak warga binaan yang memiliki daya saing dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sosialnya setelah menyelesaikan masa pembinaan.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *