April 23, 2026

Mediasiutama.com, Tanjung Pinang – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menunjukkan langkah progresif dalam pengembangan sektor energi nasional melalui keberhasilan pelaksanaan tahap load out dan sail away topside proyek Lapangan Migas Manpatu. Kegiatan ini berlangsung di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026, dan menjadi indikator penting kesiapan proyek untuk memasuki fase instalasi lepas pantai di wilayah operasi Mahakam, Kalimantan Timur.

Topside dengan bobot mencapai sekitar 1.000 ton tersebut diberangkatkan menggunakan cargo barge dan akan menempuh perjalanan laut sejauh kurang lebih 1.930 kilometer menuju perairan Balikpapan. Estimasi waktu tempuh mencapai 15 hari, mencerminkan kompleksitas logistik proyek migas lepas pantai yang memerlukan perencanaan matang serta koordinasi lintas sektor.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi erat antara pemerintah, mitra kerja, dan para kontraktor yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya milestone teknis, tetapi juga representasi kesiapan industri hulu migas Indonesia dalam mengakselerasi proyek strategis demi menjaga kesinambungan produksi energi nasional.

Pengembangan Lapangan Manpatu sendiri ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal I tahun 2027, dengan pengeboran sumur perdana dijadwalkan berlangsung pada kuartal IV 2026. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 80 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), yang diharapkan mampu menopang produksi gas dan kondensat di Wilayah Kerja Mahakam salah satu tulang punggung pasokan energi domestik.

Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menilai proyek ini memiliki dampak strategis tidak hanya dalam menjaga lifting migas daerah, tetapi juga dalam aspek sosial-ekonomi. Keterlibatan lebih dari 360 tenaga kerja lokal asal Kalimantan Timur dalam proses fabrikasi menjadi bukti nyata kontribusi proyek terhadap penyerapan tenaga kerja di tengah dinamika sektor industri.

Secara kronologis, proyek Manpatu merupakan proyek fast track yang berawal dari penemuan sumur eksplorasi pada 2022. Tahap Front End Engineering Design (FEED) dilaksanakan pada periode 2023 hingga 2024, sebelum memasuki fase konstruksi yang meliputi pemasangan struktur jacket, topside, instalasi pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer, serta pengeboran 11 sumur pengembangan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya dari wilayah Kalimantan yang memiliki potensi sumber daya besar. Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar keselamatan kerja, yang tercermin dari capaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa lost time incident (LTI) hingga Maret 2026.

Dengan progres yang terus menunjukkan tren positif, proyek Manpatu tidak hanya menjadi simbol keberhasilan teknis, tetapi juga cerminan komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian energi. Energi yang dihasilkan hari ini, sebagaimana disampaikan manajemen PHM, merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan generasi mendatang.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *