May 3, 2026

Mediasiutama.com, Samarinda – Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah dan tantangan global yang kian kompleks, keberadaan organisasi dunia usaha dituntut untuk semakin adaptif, progresif, dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur dinilai tengah memasuki fase kematangan organisasi yang lebih solid, terutama dalam menjalankan peran strategisnya sebagai mitra pembangunan daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kota (Mukot) ke-8 Kadin Samarinda yang digelar di Lantai 3 Hotel Ibis Samarinda, Sabtu (2/5/2026). Forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi arah gerak dunia usaha di Kalimantan Timur.

Ketua Umum Kadin Kalimantan Timur, Putri Amanda Nurramadhani, dalam sambutannya menegaskan bahwa situasi yang dihadapi organisasi saat ini memang tidak ringan. Tekanan ekonomi global, perubahan lanskap bisnis, hingga persaingan pasar yang semakin ketat menjadi tantangan yang harus dijawab dengan ketenangan dan kerja nyata.

Menurut Putri, tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melemah, melainkan justru menjadi momentum memperkuat kapasitas organisasi. Ia meminta seluruh jajaran pengurus untuk tetap fokus menjalankan program kerja yang telah dirancang, tanpa terpengaruh oleh dinamika eksternal yang dapat mengganggu stabilitas organisasi.

“Kita buktikan dengan hasil, bukan sekadar janji. Bagi kami, kerja nyata adalah jawaban terbaik,” tegasnya di hadapan para pengurus dan undangan yang hadir.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Kadin tidak ingin terjebak pada wacana tanpa implementasi. Organisasi ini, kata Putri, harus mampu menghadirkan kontribusi yang terukur bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Salah satu fokus utama yang disoroti adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, UMKM merupakan fondasi ekonomi daerah yang harus terus didorong agar mampu berkembang, naik kelas, dan berdaya saing tinggi. Kadin diharapkan menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dengan akses pasar, pembiayaan, hingga kemitraan strategis.

Lebih jauh, Putri juga menyinggung posisi Kalimantan Timur sebagai kawasan strategis nasional, terutama dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi ini membuka peluang besar, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi pengusaha lokal.

Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi agar pelaku usaha di daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi justru tampil sebagai pemain utama dalam arus pembangunan.

Mukot VIII Kadin Samarinda pun dipandang sebagai forum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung, kebersamaan menjadi modal utama untuk menciptakan peluang baru dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan. Mari jadikan forum ini sebagai ruang memperkuat sinergi dan membuka peluang baru bagi masa depan daerah,” pungkas Putri.

Dengan semangat kolaborasi dan orientasi pada hasil, Kadin Kalimantan Timur diharapkan mampu terus menjadi penggerak ekosistem usaha yang inklusif, tangguh, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah di era transformasi ekonomi nasional.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *