May 10, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Program bantuan pendidikan Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menunjukkan dampak nyata bagi mahasiswa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di perguruan tinggi swasta. Sejak pertama kali berjalan pada 2025, program tersebut dinilai mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa dari keluarga menengah ke bawah untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah yang tinggi.

Di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), program ini telah menjangkau ratusan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah, termasuk wilayah pesisir hingga pedalaman Kukar. Meski demikian, di balik apresiasi yang terus mengalir, persoalan pemerataan informasi dan akses masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi.

Ketua LPPM STIE Tenggarong , Johansyah menjelaskan bahwa Gratispol merupakan program bantuan pendidikan yang diperuntukkan bagi masyarakat Kalimantan Timur berusia maksimal 25 tahun.

“Gratispol mulai berjalan sejak tahun lalu melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Syarat utamanya penerima harus warga Kaltim dan berusia di bawah 25 tahun,” ujarnya saat ditemui di STIE Tenggarong, Jalan Wolter Monginsidi, Timbau, Selasa (6/5/2026).

Ia menuturkan, bantuan Gratispol saat ini difokuskan pada pembiayaan kuliah dengan nominal sekitar Rp4,2 juta per semester yang langsung disalurkan ke rekening kampus. Hingga kini, respons mahasiswa dan orang tua terhadap program tersebut dinilai sangat positif karena dinilai benar-benar membantu keberlangsungan studi.

“Alhamdulillah selama ini tidak ada keluhan negatif. Dana diterima sesuai ketentuan dan tidak ada pemotongan ataupun pungutan liar. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Namun Johansyah mengakui, belum seluruh mahasiswa yang layak menerima bantuan dapat terakomodasi.

Salah satu kendala utama ialah masih kurangnya penyebaran informasi kepada mahasiswa yang membutuhkan, terutama mereka yang berasal dari wilayah terpencil dengan akses internet terbatas.

“Kendala terbesar sebenarnya ada pada penyampaian informasi. Banyak mahasiswa kurang aktif mencari informasi, sementara akses internet di beberapa daerah juga masih minim,” katanya.

Hal senada disampaikan M. Randa Nurahman, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikarta. Menurutnya, program Gratispol membawa perubahan besar bagi mahasiswa dari keluarga sederhana, termasuk mereka yang berasal dari kawasan hulu Kukar.

“Kami sangat terbantu. Orang tua saya hanya nelayan, sementara perjalanan menuju kota bisa memakan waktu dua sampai enam jam. Jadi bantuan ini benar-benar meringankan,” ungkapnya.

Randa menilai program beasiswa juga memberi motivasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik. Ia sendiri mengaku berhasil meraih penghargaan Predikat Emas dalam kegiatan Relawan Pajak untuk Negeri tahun 2025.

Sementara itu, pihak kampus menyebut proses seleksi penerima dilakukan secara bertahap melalui seleksi administrasi, wawancara, hingga penilaian akademik. Mahasiswa juga diwajibkan memenuhi standar tertentu, salah satunya IPK minimal 3,25.

Program Gratispol di Unikarta sendiri mulai berjalan pada 2025 dengan sekitar 400 mahasiswa angkatan pertama sebagai penerima manfaat. Memasuki 2026, jumlah penerima bertambah hingga sekitar 600 mahasiswa, termasuk kategori ongoing dari angkatan sebelumnya.

Tidak adanya pembatasan kuota disebut menjadi salah satu keunggulan program ini. Selama memenuhi syarat usia, masa studi, dan domisili minimal tiga tahun sebagai warga Kalimantan Timur, mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk memperoleh bantuan.

Meski masih menghadapi sejumlah kendala administratif dan proses verifikasi, pihak kampus menilai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur cukup responsif terhadap berbagai masukan. Ke depan, sistem penyaluran, sosialisasi, hingga mekanisme seleksi diharapkan semakin diperkuat agar manfaat program benar-benar menjangkau mahasiswa yang membutuhkan.

Di tengah meningkatnya biaya pendidikan, program Gratispol bukan sekadar bantuan finansial, melainkan representasi komitmen daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan membangun kualitas sumber daya manusia Kalimantan Timur secara berkelanjutan.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *