May 10, 2026

Mediasiutama.com, TENGGARONG – Upaya membangun sistem pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong melalui razia gabungan berskala besar yang digelar pada Jumat dini hari (8/5/2026).

Operasi yang dimulai tepat pukul 00.05 WITA itu menjadi simbol keseriusan institusi dalam memerangi praktik Halinar singkatan dari handphone, pungutan liar, dan narkoba yang selama ini menjadi tantangan utama di lingkungan pemasyarakatan.

Berbeda dari razia rutin pada umumnya, kegiatan kali ini dilaksanakan secara mendadak dengan melibatkan unsur eksternal, yakni personel dari Kepolisian Resor Kutai Kartanegara dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/Kutai Kartanegara. Seluruh blok hunian warga binaan diperiksa secara menyeluruh guna memastikan tidak ada barang terlarang maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi pengawasan terpadu yang tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga membangun efek pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran, termasuk tindak pidana penipuan yang kerap memanfaatkan alat komunikasi ilegal dari balik jeruji besi.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa pelaksanaan razia pada waktu dini hari sengaja dipilih untuk menutup ruang kebocoran informasi sekaligus memastikan operasi berjalan objektif dan efektif.

“Razia gabungan ini adalah bukti nyata bahwa kami tidak main-main. Komitmen seluruh jajaran Lapas Tenggarong sudah bulat: kami ingin mewujudkan Lapas yang bersih dari peredaran barang terlarang, terutama alat komunikasi ilegal yang sering disalahgunakan untuk penipuan. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap aman bagi warga binaan dan masyarakat di luar sana,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan pemasyarakatan yang kini semakin menekankan transparansi, akuntabilitas, dan penguatan integritas aparatur. Tidak hanya berfokus pada warga binaan, Kalapas juga memberikan peringatan keras kepada seluruh petugas agar tidak terlibat dalam praktik pelanggaran di lingkungan lapas.

Menurutnya, pengawasan internal merupakan aspek penting dalam menciptakan lembaga pemasyarakatan yang profesional dan bebas dari penyimpangan.

“Saya ingatkan kembali kepada seluruh petugas, jangan pernah coba-coba bermain atau menjadi jembatan bagi pelanggaran di dalam Lapas. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran kode etik tanpa pandang bulu. Integritas adalah fondasi kita jika ada yang berkhianat terhadap institusi ini dengan membantu praktik Halinar, maka sanksi berat sudah menanti,”ujarnya.

Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam lapas. Seluruh temuan langsung didata untuk kemudian dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku. Meski berlangsung hingga larut malam, kegiatan berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan berarti.

Sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri dalam operasi ini memperlihatkan bahwa penguatan sistem keamanan pemasyarakatan tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas institusi menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan ruang tumbuhnya kejahatan baru.

Razia gabungan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bahwa pemberantasan Halinar bukan sekadar slogan administratif, melainkan komitmen nyata yang terus dijalankan secara konsisten demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.

( Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *