May 15, 2026

Mediasiutama.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan desa melalui pendekatan berbasis data statistik yang akurat dan terintegrasi. Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan tiga desa sebagai Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Tahun 2026 dalam kegiatan yang digelar di BPU Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Rabu (13/5/2026).

Tiga desa yang ditetapkan dalam program tersebut yakni Desa Loa Kulu Kota, Desa Ponoragan, dan Desa Sumber Sari. Program Desa Cantik menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun budaya administrasi desa yang lebih modern, terukur, dan berbasis fakta lapangan.

Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali, mengatakan pengelolaan data kini tidak lagi dipandang sekadar kebutuhan administratif, melainkan instrumen utama dalam menentukan arah pembangunan desa.

Menurutnya, validitas data menjadi fondasi penting agar kebijakan yang diambil pemerintah desa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Dengan data yang baik, pemerintah desa dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif yang mendorong desa agar mampu menyusun, mengelola, dan memanfaatkan data statistik secara mandiri. Melalui program tersebut, desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga mampu menjadi pusat pengelolaan informasi pembangunan di tingkat lokal.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menilai penguatan tata kelola berbasis data merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan berjalan lebih merata dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa di era modern tidak cukup hanya mengandalkan intuisi atau pendekatan administratif konvensional.

“Pembangunan akan lebih merata dan tepat sasaran jika seluruh kebijakan disusun berdasarkan data yang valid,” tegasnya.

Aulia juga optimistis desa-desa di Kukar mampu bersaing di tingkat nasional melalui program tersebut. Ia mengingatkan bahwa pada tahun sebelumnya Desa Batuah berhasil menembus enam besar nasional dalam ajang Desa Cantik, sehingga capaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan tahun ini.

“Tahun sebelumnya Desa Batuah mampu masuk enam besar nasional. Tahun ini intervensi dan pembinaan jauh lebih baik. Kami yakin salah satu desa bisa menjadi juara nasional,”katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan pentingnya sinkronisasi data desa dengan sistem statistik pemerintah daerah. Menurutnya, kualitas data di tingkat desa akan sangat menentukan akurasi arah pembangunan di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Ia menyebut kepala desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak penyedia data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data statistik yang valid menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Pencanangan Desa Cantik 2026 turut dihadiri jajaran Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, Forkopimcam Loa Kulu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kukar, kepala desa se-Kecamatan Loa Kulu, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui program Desa Cantik, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ingin memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sistem informasi dan kualitas data.

Di tengah era digital dan tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, desa dituntut mampu menghadirkan data yang presisi sebagai dasar kebijakan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *