Mediasiutama.com, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 sebagai bagian dari peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati Soekarno.Kompetisi desain kebaya dan kerudung tingkat nasional tersebut menjadi ruang kreatif yang tidak hanya menonjolkan estetika fesyen, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya, sejarah, dan identitas bangsa melalui karya busana modern berbasis tradisi.
Mengusung tema “Warisan Budaya & Inovasi”, Fatmawati Trophy 2026 diarahkan untuk menjaring ide-ide kreatif dari para desainer muda, pelaku UMKM fesyen, hingga penggiat jenama lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap sosok Fatmawati Soekarno yang dikenal bukan hanya sebagai Ibu Negara pertama, tetapi juga figur perempuan nasionalis yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.
Peluncuran ajang tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. Ia menilai kompetisi ini membuka peluang strategis bagi generasi muda di Kalimantan Timur untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat nasional melalui karya fesyen yang inovatif dan berkarakter.
Menurut Ananda, Kalimantan Timur memiliki kekuatan budaya yang kaya, mulai dari motif etnik, corak tenun, hingga filosofi busana tradisional yang dapat diterjemahkan menjadi desain modern bernilai tinggi. Karena itu, ia mendorong para desainer muda Benua Etam agar tidak ragu berpartisipasi dan menjadikan kompetisi tersebut sebagai panggung pembuktian kapasitas kreatif daerah.
“Ini saatnya anak-anak muda di Kalimantan Timur unjuk gigi. Saya mengajak seluruh talenta muda dan desainer muda kita untuk terlibat aktif dalam ajang Fatmawati Trophy 2026. Mari menuangkan ide kreatif dan menghasilkan karya terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno,” ujar Ananda Emira Moeis.
Ia juga menekankan bahwa perkembangan industri kreatif nasional saat ini memberikan ruang yang semakin luas bagi karya berbasis budaya lokal. Menurutnya, desainer muda tidak hanya dituntut menghadirkan busana yang indah secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan narasi budaya dan identitas daerah melalui desain yang relevan dengan perkembangan zaman.
Fatmawati Trophy 2026 akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan seleksi. Pendaftaran dan pengumpulan karya tingkat provinsi berlangsung mulai 18 Mei hingga 10 Juni 2026. Selanjutnya, proses penjurian tingkat regional dijadwalkan pada 27 hingga 30 Juni 2026, sementara penjurian tingkat pusat akan berlangsung pada 17 sampai 25 Juli 2026.
Peserta yang ingin mengikuti kompetisi dapat melakukan pendaftaran melalui fatmawatitrophy.id dengan melengkapi sejumlah persyaratan administrasi, termasuk surat rekomendasi dari DPC PDI Perjuangan sesuai domisili peserta. Panitia juga membuka akses informasi teknis bagi peserta di Kalimantan Timur melalui narahubung atas nama Irawati.
Lebih dari sekadar perlombaan desain, Fatmawati Trophy 2026 dipandang sebagai upaya membangun ekosistem fesyen nasional yang berakar pada budaya Indonesia. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya kompetitif secara artistik, tetapi juga memperkuat posisi wastra Nusantara sebagai identitas budaya yang hidup dan terus berkembang di tengah arus modernisasi global.
(Yuliana w)

