April 15, 2026


Mediasiutama, Kukar – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara terus mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru daerah, demi mencapai pembangunan berkelanjutan tanpa bergantung pada sumber daya alam yang tak terbarukan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kukar dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor yang potensial dan memiliki prospek jangka panjang.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, menyampaikan bahwa hingga akhir Mei 2025, kontribusi PAD yang dikelola langsung oleh pihaknya telah mencapai sekitar Rp700 juta.

“Target kami tahun ini adalah sebesar Rp1,4 miliar, dan kami terus berupaya melakukan evaluasi berkala agar realisasi pendapatan bisa sesuai dengan target,” jelas Ridha belum lama ini.

Ia juga menambahkan bahwa total pendapatan yang telah masuk dari sektor pariwisata, baik melalui pemerintah maupun kerja sama dengan swasta, telah menyentuh angka Rp9,1 miliar hingga Maret 2025.

“Angka tersebut menjadi hasil dari kolaborasi yang baik antara sektor publik dan pelaku swasta, dan tren ini diprediksi akan terus meningkat,” ungkapnya dengan optimis.

Namun begitu, Ridha mengakui bahwa kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih turut menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pariwisata di Kukar.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat telah berdampak terhadap belanja publik, termasuk pada tingkat kunjungan dan okupansi hotel di daerah.

“Efisiensi ini memang berdampak pada beberapa indikator pariwisata, meski tidak terlalu signifikan, namun tetap perlu kami antisipasi,” ujarnya menjelaskan dinamika yang dihadapi.

PAD pariwisata Kukar, lanjutnya, bersumber dari beragam jenis pajak dan retribusi, seperti parkir, restoran, hotel, rumah makan, serta hiburan lainnya.

“Sejauh ini, tidak ada lonjakan atau penurunan drastis dari pendapatan yang kami catat dibandingkan tahun lalu,” ucap Ridha menjabarkan kondisi saat ini.

Ia menegaskan, tren pendapatan masih terbilang stabil dan pihaknya akan terus melakukan pemantauan serta penyesuaian strategi agar pertumbuhan sektor ini tetap terjaga.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengembangan sektor pariwisata merupakan bagian dari upaya diversifikasi ekonomi daerah yang tengah digalakkan Pemkab Kukar.

“Ini menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan dan migas yang selama ini mendominasi PAD Kukar,” jelas Ridha dengan tegas.

Untuk itu, pihaknya akan terus membangun sinergi dengan pelaku usaha, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya tarik destinasi wisata lokal agar bisa menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami percaya, dengan destinasi yang berkualitas dan pelayanan yang memadai, sektor ini bisa memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.

Adv/Dispar Kukar

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *