Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Lapas Kelas IIA Tenggarong mulai menyiapkan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani. Persiapan ini disampaikan pada Selasa (9/12/2025) oleh Halif Shodiqulamin, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, yang mewakili Kepala Lapas Suparman. Dalam penjelasannya,
“Halif menyoroti dua isu utama pemenuhan hak beribadah WBP dan kondisi lapas yang semakin kritis akibat overkapasitas lebih dari 300 persen”ujarnya.
Hingga 9 Desember 2025, jumlah penghuni Lapas IIA Tenggarong mencapai 1.364 orang, jauh melampaui kapasitas ideal 350 orang. Halif menyebutkan bahwa situasi ini tidak mengalami perubahan berarti sepanjang tahun.
“Overkapasitas kami sudah konstan di kisaran 300 persen. Tahun lalu sempat meningkat, dan tahun ini tetap bertahan pada angka yang sama,” Tegasnya.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan keamanan, layanan kesehatan, hingga pembinaan narapidana membutuhkan upaya ekstra di tengah kekurangan fasilitas.
Dari total penghuni, kasus narkotika masih mendominasi. Tercatat 874 orang tersangkut tindak pidana narkotika, sementara 346 lainnya terlibat kasus pidana umum seperti pencurian, penganiayaan, dan kejahatan lain. Menurut Halif, angka tersebut menunjukkan urgensi kolaborasi berkelanjutan antara Lapas, kepolisian, dinas kesehatan, dan lembaga sosial untuk menekan laju penyalahgunaan narkotika di Kukar.
Dalam rangka perayaan Natal, Lapas mengajukan 93 WBP beragama Nasrani sebagai penerima remisi khusus. Total WBP Nasrani berjumlah 149 orang. Dari 93 yang diusulkan, 92 orang masuk kategori Remisi Khusus I (pengurangan masa hukuman tanpa langsung bebas), sementara satu orang memenuhi syarat Remisi Khusus II yang memungkinkan bebas tepat pada hari perayaan.
Halif menegaskan bahwa pemberian remisi mengikuti aturan ketat, termasuk syarat telah menjalani pidana minimal enam bulan, berperilaku baik, aktif mengikuti pembinaan, serta tidak sedang menjalani hukuman disiplin.
Selain remisi, Lapas Tenggarong juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menambah suasana sukacita Natal. Tiga lomba digelar bagi seluruh WBP Nasrani cerdas cermat Alkitab, khotbah, dan paduan suara.
Ibadah Natal akan dilaksanakan di aula lapas yang selama ini digunakan sebagai tempat ibadah. Halif menegaskan bahwa seluruh ibadah dilakukan di dalam lapas demi keamanan, dengan menghadirkan pendeta dari gereja luar sebagai pengisi firman.
Lapas juga membuka layanan kunjungan khusus bagi WBP Nasrani pada 25 Desember 2025. Kunjungan dimulai pukul 08.00 atau 09.00 WITA dengan prosedur standar, namun diperuntukkan secara khusus bagi keluarga WBP Nasrani agar mereka dapat merayakan Natal bersama tanpa kekhawatiran padatnya antrean kunjungan umum.
Menutup penjelasannya, Halif berharap rangkaian kegiatan Natal dapat menghadirkan kedamaian dan memberikan dorongan positif bagi para WBP. Ia juga menekankan bahwa persoalan overkapasitas perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan di Lapas IIA Tenggarong.(Yuliana W)

