May 10, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Sebuah peristiwa yang bermula dari perkenalan di media sosial berakhir dengan penyelamatan dramatis oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).Seorang perempuan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berinisial S, berhasil dievakuasi dari situasi yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatannya setelah berada seorang diri dan dalam kondisi tertekan di wilayah Tenggarong, Rabu malam (31/12/2025).

Keluarga korban yang berada di Palangkaraya lebih dahulu menghubungi Markas Komando Damkarmatan Kukar setelah menerima kabar bahwa S berada dalam kondisi psikologis yang tidak stabil dan tidak mengenal lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan keterangan korban, dirinya datang ke Tenggarong atas ajakan seorang pria berinisial MN, yang dikenalnya melalui aplikasi TikTok sekitar empat bulan terakhir. Hubungan keduanya, menurut pengakuan S, sebatas perkenalan dan komunikasi intens, belum sampai pada tahap pacaran.

Awalnya, S tidak menaruh kecurigaan. MN mengaku tinggal di Tenggarong dan memiliki orang tua serta rumah di daerah tersebut. Seluruh biaya perjalanan korban ke Kalimantan Timur bahkan ditanggung oleh MN, termasuk transfer dana untuk transportasi. Perjalanan ini dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga, karena korban sedang mengalami konflik pribadi dan ingin mencari suasana baru.

Namun, kecurigaan mulai muncul sejak perjalanan menuju lokasi. Peringatan dari teman dekat di Palangkaraya, ditambah percakapan yang terdengar janggal dari adik MN yang bertindak sebagai sopir, membuat korban merasa tidak aman. Ketika tiba di Tenggarong, tempat yang dituju ternyata bukan rumah orang tua MN, melainkan sebuah kos yang berada di sekitar kafe dan lapangan bola.

Alasan MN pun berubah-ubah, dari orang tua yang disebut berada di Tenggarong, kemudian di Palangkaraya, hingga mengaku tinggal di asrama dan tidak bisa menerima tamu.

Di dalam kos, korban semakin merasa tertekan. Kondisi ruangan yang minim perabot, tidak adanya perhatian dasar seperti makanan dan minuman, serta upaya sentuhan fisik yang tidak diinginkan membuat S merasa berada dalam ancaman.

Beruntung, korban masih memiliki akses ke ponselnya dan segera meminta bantuan kepada temannya, yang kemudian berkoordinasi dengan Damkarmatan Kukar.

Petugas Damkarmatan bergerak cepat dan berhasil menjemput korban dengan aman.

Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengapresiasi kesiapsiagaan timnya yang tetap sigap meski di tengah suasana libur pergantian tahun. Ia menegaskan bahwa tugas Damkarmatan tidak hanya sebatas penanganan kebakaran, tetapi juga penyelamatan jiwa dalam berbagai kondisi darurat.

Fida Hurasani juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap hubungan yang terjalin melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya keterbukaan kepada keluarga, kewaspadaan terhadap cerita yang tidak konsisten, serta keberanian untuk mencari bantuan ketika merasa berada dalam situasi yang mencurigakan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik kemudahan dunia digital, selalu ada risiko yang harus dihadapi dengan kehati-hatian dan kesadaran bersama.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *