April 7, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, serta pejabat fungsional di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati, Jalan Mulawarman Nomor 31, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Jumat (6/2/2026).

Aulia Rahman Basri menyampaikan Pelantikan ini merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan yang dinilai sebagai hal lumrah dalam birokrasi pemerintahan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kinerja aparatur sekaligus mempercepat implementasi visi Kukar Idaman Terbaik periode 2025–2030.

“Kita berharap dengan semangat baru ini, implementasi visi besar Kukar Idaman Terbaik untuk periode 2025–2030 dapat berjalan dengan baik. Rotasi jabatan diharapkan mampu menumbuhkan energi kerja yang baru,” ujar

Pemerintah daerah menilai rotasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan strategi untuk menumbuhkan semangat baru dan produktivitas kerja. Pejabat yang terlalu lama berada di satu posisi dinilai berpotensi mengalami zona nyaman, sehingga kinerja tidak lagi optimal.

Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat beberapa dinas yang belum terisi secara definitif. Untuk mengisi kekosongan tersebut, akan dilakukan seleksi terbuka melalui mekanisme yang transparan dan sesuai ketentuan.

“Dalam waktu dekat, kita akan membentuk panitia seleksi untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong. Target kita, proses ini tidak lebih dari satu bulan sudah selesai,” Tegasnya

Selain penataan birokrasi, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kebijakan berbasis data. Dalam upaya mengintervensi masyarakat miskin, pemerintah membutuhkan data desil 1, 2, dan 3 sebagai dasar penentuan sasaran program.

“Dalam bekerja, kita harus berlandaskan data. Tanpa data yang tepat, intervensi akan sulit tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengakui pengelolaan data masih menjadi kelemahan yang harus segera dibenahi. Padahal, berbagai indikator kinerja seperti angka kemiskinan, stunting, dan rumah layak huni sangat bergantung pada akurasi data.

Kesalahan data akan berujung pada kesalahan intervensi. Karena itu, penguatan data menjadi sangat penting,.

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *