April 6, 2026

Mediasiutama.com, TENGGARONG – Tim Satuan Tugas (Satgas) Stabilitas dan Keamanan Pangan melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman serta harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Tim Satgas tersebut terdiri dari berbagai unsur kementerian dan lembaga, di antaranya Badan Pangan Nasional, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan dan Tanaman Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Perizinan, serta pemerintah daerah di tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Yudhi Harsatriadi Sandyatma, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi harga pangan di pasar tetap terkendali serta pasokan tersedia bagi masyarakat.

“Kami dari tim Satgas yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga hari ini melakukan pemantauan langsung di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang. Dari hasil pantauan terhadap beberapa komoditas pangan seperti beras, telur, ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih hingga cabai, sebagian besar harganya relatif stabil bahkan ada yang mengalami penurunan,” ujarnya.

Menurut Yudhi, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga salah satunya adalah cabai rawit merah. Jika sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp90 ribu per kilogram, kini harga cabai rawit merah turun menjadi sekitar Rp75 ribu per kilogram.

Selain itu, harga telur ayam juga terpantau stabil di kisaran Rp55 ribu per piring.

Komoditas lain seperti beras dan gula pasir juga masih berada pada harga yang relatif stabil, dengan gula dijual sekitar Rp17.500 per kilogram.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari tugas Satgas yang berlangsung sepanjang tahun 2026. Namun, khusus menjelang Ramadan dan Idulfitri, pengawasan dilakukan lebih intensif selama dua bulan.

“Secara umum tugas Satgas ini berjalan dari 1 Januari sampai 31 Desember 2026. Tetapi dalam rangka mengamankan pasokan dan harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri, kami mendapat penugasan khusus dari Februari sampai April untuk melakukan pengawalan di seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

Dari hasil inspeksi di lapangan, tim juga menemukan beberapa pedagang yang menjual beras premium sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar karena dipengaruhi oleh biaya distribusi dan harga dari sumber pasokan yang sudah mendekati HET.

“Untuk beras premium memang masih ada satu dua pedagang yang menjual sedikit di atas HET. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh ongkos kirim yang cukup tinggi serta harga dari sumbernya yang sudah mendekati HET,” kata Yudhi.

Meski demikian, Satgas saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif berupa sosialisasi dan teguran kepada pedagang agar tetap mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami masih melakukan sosialisasi dan peneguran terlebih dahulu. Jika nanti kami kembali melakukan pengecekan dan masih ditemukan pelanggaran yang sama, maka tentu akan ada langkah penindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Selain harga, tim Satgas juga mengingatkan pedagang terkait aspek keamanan pangan. Salah satunya adalah larangan mengemas minyak goreng curah menggunakan botol bekas air mineral karena berpotensi menimbulkan kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Melalui pengawasan ini, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan menjelang hari besar keagamaan. Dengan stok yang cukup serta dukungan distribusi dari berbagai pihak, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga.

“Harapan kami masyarakat tidak perlu panik membeli atau menimbun bahan pangan. Stok pangan, terutama beras, masih sangat cukup bahkan untuk beberapa bulan ke depan. Kami juga didukung oleh Bulog yang memiliki cadangan beras dalam jumlah besar, “pungkasnya.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *