May 24, 2026

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menetapkan Pulau Miang sebagai fokus pengembangan pariwisata unggulan dengan rencana jangka panjang hingga 2029, meski pelaksanaannya harus disesuaikan dengan efisiensi anggaran daerah yang ketat.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pembangunan fasilitas inti di pulau tersebut tetap berjalan, sekaligus menjaga keberlanjutan proyek agar tidak mengganggu program lain yang juga menjadi prioritas Pemkab Kutim.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menyampaikan bahwa Pulau Miang dipilih sebagai destinasi fokus tahun 2025 karena keindahan alamnya yang kuat serta potensinya sebagai penggerak ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor pariwisata.

“Pulau Miang memang kita jadikan prioritas untuk tahun depan. Ada kertak ulin dan panggung terbuka permanen yang akan dibangun. Tapi karena efisiensi, realisasinya harus bertahap,” ungkap Nurullah saat ditemui belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa sejumlah fasilitas yang direncanakan semula tidak bisa dieksekusi sekaligus karena keterbatasan anggaran, termasuk panggung terbuka permanen yang memerlukan dana lebih dari Rp1 miliar. Proposal pembangunan proyek tersebut sempat diajukan dalam APBD 2025, namun harus ditunda dan diusulkan kembali pada tahun anggaran berikutnya.

“Nilainya di atas Rp1 miliar. Sudah pernah kita ajukan, tapi tertunda. Akan kita usulkan lagi tahun depan,” jelasnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan pembangunan sesuai prioritas.

Dispar Kutim telah merancang kerangka pengembangan Pulau Miang secara bertahap hingga 2029 agar seluruh fasilitas dapat diselesaikan secara terintegrasi dan berkesinambungan. Tahap awal difokuskan pada pembangunan akses, fasilitas umum dasar, dan area publik yang langsung dapat dimanfaatkan wisatawan.

Setelah tahap awal selesai, pembangunan fasilitas besar seperti panggung permanen, dermaga ulin, serta sarana pendukung lainnya akan dilanjutkan secara bertahap, sesuai skema pengembangan jangka panjang.

Nurullah menegaskan meski laju pembangunan lebih lambat akibat efisiensi anggaran, arah dan tujuan pengembangan Pulau Miang tidak berubah. Pemerintah daerah tetap menempatkan pulau tersebut sebagai proyek strategis untuk memperkuat sektor pariwisata pesisir Kutai Timur.

“Kita targetkan bertahap sampai 2029. Yang penting konsisten, karena pembangunan ini jangka panjang,” tutupnya.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *