April 6, 2026

Mediasiutama.com, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara, Jalan Mulawarman Nomor 31, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Jumat (6/2/2026).

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Kukar. Sejumlah pejabat yang dilantik diharapkan mampu membawa perubahan positif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, H. Heriansyah, S.E., M.Si., yang turut dilantik dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukannya adalah konsolidasi internal, khususnya di lingkungan dinas yang dipimpinnya. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh soliditas tim dan kesamaan semangat kerja.

“Amanah dan tugas yang disampaikan oleh Bupati harus dijalankan oleh tim yang solid dan memiliki semangat kerja yang sama,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan manajemen berbasis manusia dan data.

Mengutip pemikiran tokoh manajemen Peter Drucker, ia menyebut bahwa inti manajemen adalah perilaku manusia. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus didasarkan pada data yang akurat, bukan sekadar perkiraan.

“Kita harus memiliki data yang jelas, misalnya berapa sekolah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Dari sisi infrastruktur, itu sangat penting. Namun, tantangan terbesar sebenarnya adalah mengubah manusianya,” jelas Heriansyah.

Fokus utama ke depan, kata dia, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta penurunan angka putus sekolah. SDM unggul yang dimaksud bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, integritas, serta daya tahan menghadapi tantangan era industri 4.0.
Terkait kesejahteraan guru dan kondisi sekolah, ia menyebut langkah awal yang akan dilakukan adalah inventarisasi dan pemetaan kondisi riil di lapangan. Setelah akar masalah diketahui secara jelas, barulah program intervensi disusun agar memiliki daya ungkit yang nyata.

“Kita tidak bisa langsung membuat kebijakan tanpa memahami kondisi sebenarnya. Setelah data terkumpul, baru kita susun program yang tepat sasaran,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa integrasi budaya lokal dalam pendidikan akan menjadi bagian dari kebijakan ke depan. Nilai-nilai seperti gotong royong, disiplin, kerja keras, kejujuran, dan kemandirian akan ditanamkan sejak dini kepada para pelajar.

Menurutnya, masa depan daerah tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada sumber daya alam. Oleh sebab itu, investasi pada pendidikan dan SDM harus menjadi prioritas utama.

“Daerah maju karena serius menyiapkan SDM dan ekosistem pendidikannya, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Dampak ekonominya sangat besar, bahkan lebih berkelanjutan dibandingkan sektor lain,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, sektor pariwisata mungkin hanya memberikan dampak ekonomi dalam waktu singkat. Namun, keberadaan universitas dan sistem pendidikan yang kuat mampu menarik orang tinggal di daerah tersebut selama bertahun-tahun, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dengan pelantikan ini, Pemkab Kukar berharap roda pemerintahan semakin efektif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing tinggi.

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *