February 23, 2026

Mediasiutama.com, Nunukan – Aparat gabungan yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan aksesoris bermerek asal Tawau, Malaysia, di Dermaga Rakyat Jamaker, Kabupaten Nunukan, Sabtu (14/2/2026).

 

Penindakan ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum dan pengawasan ketat terhadap arus barang ilegal di wilayah perbatasan yang rawan aktivitas penyelundupan.

 

Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur, yakni KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Lanal Nunukan, Satgas SGI Kodam VI/Mulawarman, Unit Intel Kodim 0911/Nunukan, serta Satgas Pamtas Yon Kav 13/SL. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Bea Cukai Nunukan Ronald, Pasiintel Lanal Nunukan Mayor Laut (H) Henokh Tanno Kakauhe, S.H., Dantim Satgas SGI Kodam VI/Mlw Kapten Inf Juprianto, serta Dantim Satgas Citarum BAIS TNI wilayah Nunukan Sigit Cahyono.

 

Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen yang diterima tim gabungan sekitar pukul 16.00 Wita mengenai rencana pengiriman barang-barang bermerek dari Tawau menuju Nunukan melalui jalur perairan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pendalaman serta pemeriksaan terhadap KM Cahaya Jamaker yang dijadwalkan sandar di pangkalan tradisional setempat.

 

Sekitar pukul 19.00 Wita, saat kapal merapat, tim langsung melakukan pemeriksaan muatan. Dari hasil pengecekan, petugas menemukan empat kardus besar dan dua koper berisi berbagai aksesoris bermerek luar negeri.

 

Barang-barang tersebut meliputi tas, sepatu, sandal, dompet, jam tangan, hijab, parfum, serta sejumlah produk lainnya. Seluruh muatan kemudian diamankan dan dikawal menuju Kantor Bea Cukai Nunukan untuk pemeriksaan lanjutan.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, barang-barang tersebut tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah. Nahkoda kapal mengaku barang tersebut hanya titipan dan tidak mengetahui secara pasti pemiliknya. Selanjutnya, seluruh barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai Nunukan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menegaskan, keberhasilan ini menunjukkan soliditas dan sinergi aparat dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Ia menyatakan, Kodam VI/Mulawarman berkomitmen mendukung aparat penegak hukum dalam mencegah serta menindak berbagai bentuk penyelundupan yang berpotensi merugikan negara.

 

“Wilayah perbatasan harus dijaga bersama agar tetap aman, tertib, dan kondusif. Pengawasan terpadu di jalur perairan maupun pintu masuk tradisional akan terus diperkuat untuk menutup celah masuknya barang ilegal dari luar negeri,” ujarnya.

 

Seluruh rangkaian operasi penggagalan penyelundupan tersebut berlangsung aman dan lancar. Aparat gabungan memastikan pengawasan di kawasan perbatasan akan terus ditingkatkan guna menekan praktik perdagangan ilegal dan melindungi kepentingan ekonomi nasional.

 

(Yuliana W)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *