Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan oleh insan pers di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tiga organisasi media, yakni Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menunjukkan kekompakan melalui aksi sosial dengan mengunjungi sejumlah panti asuhan dan rumah tahfidz pada Minggu (8/3/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi simbol sinergi lintas organisasi pers yang tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui aksi nyata. Dalam agenda berbagi ini, rombongan insan pers menyambangi tiga lokasi sekaligus, yakni Panti Asuhan Arayan, Panti Asuhan Mishbaa Hun Muniir, serta Yayasan Saunah Kaltim Rumah Tahfidz Al-Qur’an.
Kunjungan tersebut diisi dengan penyerahan bantuan serta silaturahmi bersama para pengurus dan anak-anak panti. Kehadiran para jurnalis membawa suasana hangat dan penuh keakraban. Bagi anak-anak panti, perhatian yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian moral yang memberi semangat di bulan penuh berkah ini.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai keagamaan sekaligus tanggung jawab sosial insan pers. Menurutnya, Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat empati dan solidaritas terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
“Hari ini kita menjalankan sunnah Rasulullah untuk saling berbagi. Semoga apa yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi adik-adik di panti asuhan dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua JMSI Kukar, Bayu Surya Gandamana. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi bantuan, tetapi juga mempererat hubungan antarorganisasi media yang selama ini memiliki peran penting dalam ekosistem informasi di daerah.
Menurut Bayu, kebersamaan JMSI, SMSI, dan PWI dalam kegiatan sosial ini menunjukkan bahwa kompetisi di dunia jurnalistik tidak menghalangi semangat kolaborasi untuk kepentingan kemanusiaan.
“Selain menjaga silaturahmi yang baik antar-media, kita juga tidak boleh melupakan kewajiban untuk berbagi kepada sesama. Semoga amal ibadah ini membawa keberkahan dan membuka pintu rezeki bagi semua yang terlibat,” ungkapnya.
Kegiatan sosial tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh para santri dan pengurus yayasan. Doa-doa itu menjadi penanda harapan agar kebersamaan antara insan pers dan masyarakat terus terjalin, serta membawa kebaikan yang lebih luas.
Melalui aksi ini, JMSI, SMSI, dan PWI tidak hanya menunjukkan eksistensinya sebagai pengawal arus informasi publik, tetapi juga sebagai bagian dari pilar sosial yang memiliki kepedulian terhadap realitas kemanusiaan.
Di tengah derasnya dinamika dunia media, langkah kecil berbagi ini menjadi pengingat bahwa jurnalisme pada hakikatnya juga berakar pada nilai-nilai empati, solidaritas, dan keberpihakan pada kemanusiaan.
(Yuliana w)

