April 7, 2026

Mediasiutama.com, Tenggarong – Tradisi membangunkan masyarakat untuk sahur selama bulan Ramadan masih terus hidup di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu kelompok yang konsisten menjaga tradisi tersebut adalah Grup Three Al Gerakan Sahur, yang hingga kini tetap aktif berkarya sekaligus menghibur masyarakat dengan irama musik tradisional.

Grup ini bermarkas di Jalan Mangkuraja RT 20, Loa Ipuh, yang menjadi sekretariat sekaligus tempat berkumpul para anggota sebelum turun ke jalan menggelar aksi gerakan sahur. Kelompok ini dipimpin sekaligus didirikan oleh Alpian, sosok yang dikenal memiliki komitmen kuat dalam melestarikan tradisi musik sahur yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.

Pada Sabtu malam (7/4/2026), Grup Three Al kembali menunjukkan eksistensinya dengan mengikuti lomba gerakan sahur yang digelar di Masjid Jami KH Muhammad Sadjid yang terletak di Jalan A.M. Sangaji, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong. Kegiatan ini menjadi salah satu ajang yang mempertemukan berbagai kelompok gerakan sahur dari berbagai wilayah di Kutai Kartanegara.

Dengan jumlah personel lebih dari 10 orang, Grup Three Al tampil dengan kekompakan dan semangat yang tinggi. Mereka memainkan berbagai alat musik tradisional yang menghasilkan ritme khas untuk membangunkan warga sahur. Dentingan dan tabuhan alat musik yang dimainkan tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu makan sahur, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan.

Alpian menjelaskan bahwa grup yang ia dirikan sudah berdiri cukup lama dan hingga kini tetap bertahan. Konsistensi tersebut tidak lepas dari semangat para anggota yang ingin terus menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari budaya Ramadan di Tenggarong.

“Alhamdulillah sampai sekarang kami masih eksis. Kami sudah mengikuti banyak lomba gerakan sahur dan mendapatkan berbagai penghargaan, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan gerakan sahur bukan sekadar aktivitas membangunkan warga, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual. Melalui kegiatan tersebut, para anggota dapat berkontribusi dalam membangun suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan kegembiraan.

Selain itu, Alpian juga menekankan bahwa penggunaan alat musik tradisional menjadi ciri khas utama grup mereka. Ia berharap generasi muda tetap mencintai dan melestarikan alat musik tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Harapan kami, Grup Three Al bisa terus eksis berkarya. Selain sebagai hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ladang pahala karena kami ikut membantu membangunkan orang untuk sahur,”tambahnya.

Di tengah perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup masyarakat, keberadaan Grup Three Al menjadi bukti bahwa tradisi gerakan sahur masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal, kelompok ini terus menghadirkan nuansa Ramadan yang hangat dan penuh makna bagi warga Tenggarong.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *