Mediasiutama.com, KUTAI KARTANEGARA – Upaya menjaga keberlanjutan produksi migas nasional terus dilakukan di tengah tantangan usia lapangan yang semakin menua. Di Wilayah Kerja Mahakam, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menuntaskan Program Handil Rejuvenation sebagai langkah strategis memperkuat keandalan fasilitas produksi di Lapangan Handil, Kalimantan Timur.
Program revitalisasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas salah satu lapangan migas tertua di Indonesia yang telah beroperasi lebih dari lima dekade.
Di tengah kondisi fasilitas yang menuntut modernisasi dan peningkatan integritas aset, PHM melakukan serangkaian pembaruan teknis untuk memastikan operasi hulu migas tetap berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menyampaikan bahwa hasil revitalisasi menunjukkan dampak signifikan terhadap performa produksi Lapangan Handil.
“Pasca pelaksanaan program rejuvenation dan perawatan fasilitas produksi CPA, Lapangan Handil kembali beroperasi dengan capaian produksi 15.020 barel minyak per hari atau sekitar lima persen lebih tinggi dibandingkan sebelum planned shutdown,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Peningkatan tersebut, lanjutnya, didukung oleh optimalisasi sistem proses produksi serta peningkatan performa compressor setelah dilakukan perawatan menyeluruh terhadap fasilitas Central Processing Area (CPA).
Program Handil Rejuvenation sendiri bukan pekerjaan jangka pendek.
Persiapan telah dimulai sejak 2023 melalui proses persetujuan bersama SKK Migas dan Pertamina Hulu Energi, dilanjutkan tahapan detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi, hingga instalasi fasilitas. Tahap krusial dilakukan melalui proses tie-in atau penyambungan akhir ke sistem existing pada 8–19 April 2026 yang bersamaan dengan planned shutdown fasilitas produksi CPA.
Selain fokus pada peningkatan produksi, PHM juga menjalankan penguatan integritas fasilitas jangka panjang. Sejumlah pekerjaan strategis dilakukan, mulai dari perawatan empat compressor dan delapan vessel, inspeksi pipa menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI), hingga penggantian pipa utama CPA sepanjang 350 meter.
Tak hanya itu, perusahaan turut melakukan modernisasi Distributed Control System (DCS) serta pembaruan Fire & Gas System (F&G) untuk memastikan seluruh sistem operasional memenuhi standar keselamatan industri migas modern.
Sunaryanto menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan operasi dan mendukung ketahanan energi nasional.
“Melalui Program Handil Rejuvenation dan berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PHM terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Setyo Sapto Edi, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan dengan pengawasan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) secara ketat mengingat kompleksitas operasi yang melibatkan hampir seribu pekerja.
“Kegiatan full shutdown yang kompleks tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja 24 jam, penerbitan 242 izin kerja, pelaksanaan 45 hot work naked flame atau NFL, dan total 241.176 jam kerja,”tuturnya.
Menurutnya, koordinasi lintas fungsi serta disiplin penerapan standar keselamatan menjadi faktor utama keberhasilan proyek. Seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan tanpa recordable injury dan bahkan rampung satu hari lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Keberhasilan revitalisasi Lapangan Handil tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis dalam mengelola lapangan tua, tetapi juga menunjukkan pentingnya inovasi dan modernisasi infrastruktur energi nasional.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik, langkah PHM dinilai menjadi bagian strategis dalam menjaga stabilitas produksi migas Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
(Yuliana w)

