Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Peran petugas pemadam kebakaran kini tidak lagi sebatas menangani kebakaran atau operasi penyelamatan. Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) kembali menunjukkan bahwa pelayanan publik juga diwujudkan melalui aksi-aksi kemanusiaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal tersebut terlihat pada Selasa (7/7/2026), ketika Regu 2 Pos Damkarmatan Pattimura bergerak cepat membantu kendaraan milik warga yang melintasi jalan Patimura mengalami mogok di tengah perjalanan.
Meski insiden tersebut bukan merupakan keadaan darurat kebakaran maupun penyelamatan, laporan yang diterima tetap direspons dengan sigap sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Mendapat informasi adanya kendaraan yang tidak dapat melanjutkan perjalanan, personel piket segera menuju lokasi. Kepala Pos Damkarmatan Pattimura, Fahruddin, turut memimpin langsung penanganan bersama Regu 2 untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara cepat dan efektif.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan guna mengetahui penyebab mogok. Hasil pengecekan menunjukkan kendaraan tersebut mengalami masalah akibat basahnya sistem kelistrikan paska di cuci.
Tanpa menunggu lama, personel Damkarmatan mengambil inisiatif membelikan bahan bakar dan memanaskan mesinnya kembali agar kendaraan dapat kembali beroperasi normal. Langkah sederhana namun penuh kepedulian itu membuat kendaraan berfungsi seperti biasa dan warga tersebut dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa tanpa kendala yang lebih panjang.
Aksi spontan tersebut mendapat apresiasi dari warga yang merasa terbantu oleh respons cepat personel Damkarmatan Pattimura. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kesigapan petugas yang dinilai telah memberikan pelayanan melampaui tugas pokok sebagai pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Damkarmatan Kabupaten Kutai Kartanegara, H. Fida Hurasani, S.Sos., mengatakan bahwa budaya kerja yang dibangun di lingkungan Damkarmatan menempatkan pelayanan kemanusiaan sebagai prioritas utama. Menurutnya, setiap laporan yang berpotensi membutuhkan bantuan akan direspons secara profesional selama masih berada dalam kapasitas pelayanan yang dapat diberikan.
“Kecepatan respons dan kepedulian terhadap masyarakat adalah bagian dari budaya kerja yang terus kami bangun. Damkarmatan tidak hanya hadir saat terjadi kebakaran, tetapi juga siap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi yang membutuhkan pertolongan,” ujar Fida.
Ia menambahkan, keberadaan personel Damkarmatan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah daerah. Karena itu, setiap personel terus didorong untuk mengedepankan sikap humanis, cepat tanggap, serta mampu mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa fungsi Damkarmatan saat ini berkembang menjadi garda terdepan pelayanan kedaruratan yang lebih luas. Selain menangani kebakaran, petugas juga kerap terlibat dalam evakuasi korban kecelakaan, penyelamatan hewan, penanganan pohon tumbang, hingga membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam situasi tertentu.
Melalui aksi sederhana namun berdampak besar itu, Damkarmatan Kutai Kartanegara kembali memperlihatkan bahwa kehadiran aparatur pemerintah tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas formal, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama. Di tengah dinamika aktivitas masyarakat, respons cepat seperti yang ditunjukkan Regu 2 Pos Damkarmatan Pattimura menjadi bukti bahwa semangat melayani tetap menjadi nilai utama yang terus dijaga dan diwujudkan dalam setiap kesempatan.
(Yuliana)

