Mediasiutama.com, TENGGARONG – Wajah Monumen Pancasila di Jalan Mulawarman, Tenggarong, kembali terlihat bersih dan megah setelah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara bersama PT PLN melaksanakan aksi gotong royong membersihkan tanaman liar yang menjalar hingga menutupi Patung Garuda Pancasila dan sejumlah tulisan pada monumen tersebut, Rabu (15/7/2026) pukul 09.00 Wita.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, dengan dukungan personel PLN yang meminjamkan tangga untuk menjangkau bagian atas monumen. Berkat kolaborasi tersebut, tanaman liar yang selama ini mengganggu tampilan lambang negara berhasil dibersihkan secara menyeluruh.
Aksi tersebut menjadi bukti bahwa menjaga kebersihan ruang publik tidak hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap simbol-simbol negara yang memiliki nilai sejarah dan kebangsaan.
Menurut Tri Joko Kuncoro, Monumen Pancasila merupakan pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya persatuan dan nilai-nilai luhur bangsa. Karena itu, keberadaannya harus dijaga bersama agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara.
“Nasionalisme tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata atau upacara semata. Rasa cinta kepada Indonesia juga tercermin dari kepedulian kita menjaga lingkungan dan merawat simbol-simbol negara. Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk membersihkan dan menjaga fasilitas ruang publik tanpa harus diperintah, di situlah semangat Pancasila benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tri Joko Kuncoro.
Ia menambahkan, kolaborasi antara DLHK dan PLN diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh warga Kutai Kartanegara untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, merawat taman, monumen, dan fasilitas umum. Semua itu adalah milik kita bersama. Jika setiap orang memiliki rasa memiliki, maka daerah ini akan menjadi lebih indah, nyaman, sekaligus mencerminkan karakter bangsa yang peduli dan bergotong royong,” katanya.
Monumen Pancasila bukan sekadar bangunan penghias kota. Lambang Garuda yang berdiri kokoh di atasnya menjadi representasi identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga keberadaannya. Tanaman liar yang sebelumnya menutupi bagian monumen menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dapat mengurangi makna sebuah simbol apabila tidak segera mendapat perhatian.
Melalui aksi gotong royong ini, DLHK Kukar dan PLN ingin menanamkan pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan kedua instansi diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap ruang publik dan tidak ragu mengambil inisiatif melakukan kebaikan.
Merawat monumen, membersihkan lingkungan, dan menjaga fasilitas umum merupakan bentuk pengabdian sederhana kepada bangsa. Dari tindakan kecil yang dilakukan dengan kesadaran, tumbuh budaya gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki rasa nasionalisme yang kuat.
(Yuliana)

