Daerah Pecah! Kukar Festival Budaya Nusantara Resmi Dibuka, Disaksikan Oleh Ribuan Masyarakat dan...

Pecah! Kukar Festival Budaya Nusantara Resmi Dibuka, Disaksikan Oleh Ribuan Masyarakat dan Delegasi OICCA

42
SHARE
Kukar Festival Budaya Nusantara pada Minggu (9/7/2023) malam resmi di buka dengan meriah.(Dok)

Mediasiutama.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi membuka gelaran tahunan budaya Kukar Festival Budaya Nusantara pada Minggu (9/7/2023) malam.

Ribuan masyarakat yang ikut menyaksikan pun tumpah ruah dengan kemeriahan acara itu.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah di tengah Taman Kota Raja Tenggarong ini dimeriahkan dengan seni tari khas 20 kecamatan se-Kukar. Menariknya lagi, dimeriahkan pula dengan berbagai seni tari khas daerah Kaltim.

Rangkaian Kukar Festival Budaya Nusantara ini sendiri akan berlangsung selama satu pekan ke depan dengan mempertontonkan seni budaya yang disuguhkan di tiga tempat berbeda yakni di panggung seni area parkir lapangan Stadion Rondong Demang, Lapangan Basket Timbau dan Amphitheater Taman Kota Raja, Tenggarong.

“Kita mencoba melakukan kreativitas inovasi, dengan harapan ke depan lebih banyak lagi keikutsertaan kabupaten kota se-Indonesia, itu yang ingin kita optimalkan,” kata Edi kepada awak media usai pembukaan kegiatan.

Kata dia, Pemkab menginisiasi agar budaya nusantara yang lebih ditonjolkan. Semangatnya dari Kukar untuk Indonesia, untuk lebih terkenal dengan sendirinya melalui media-media.

Hal ini menurut Edi karena dirinya mengikuti bagaimana perkembangan kebijakan di kementerian pariwisata ekonomi kreatif yang terus mendorong bagaimana budaya nusantara bisa terus dikembangkan.

Edi menambahkan, paguyuban seni budaya nusantara masih terpelihara, hal inilah yang ingin tetap dikelola dikembangkan dengan baik ke depannya.

Sekedar informasi, dulunya event ini akrab dengan sebutan Tenggarong Internasional Folklore Art Festival (TIFAF).

Edi menyatakan alasan dasar berubah menjadi festival budaya nusantara, karena pihaknya ingin mengoptimalisasi, menghargai para pelaku seni yang masih menjaga tradisi budaya nusantara.

“Khususnya budaya Kutai itu harus kita beri ruang lebih besar. Jadi dari sisi itu yang dulu namanya TIFAF, sekarang kita ubah menjadi Kukar Festival Budaya Nusantara. Untuk menjaga konsistensinya, tahun depan akan kita laksanakan juga,” demikian Edi.

Pembukaan festival tadi malam turut dihadiri Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, perwakilan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan sebagian delegasi peserta Organization Islamic Cooperation Culture Activity (OICCA) dari 56 negara.(*)

Print Friendly, PDF & Email