Diskominfo Kukar Menengok Monumen Bung Karno di Sangasanga, Simbol Kebangkitan Budaya

Menengok Monumen Bung Karno di Sangasanga, Simbol Kebangkitan Budaya

8
SHARE
Keterangan foto: Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin meninjau kemajuan proyek Patung Proklamator Indonesia, Soekarno di Sangasanga. (dok. kontributor)

Mediasiutama.com, Tenggarong-Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin berkunjung ke Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan Safari Ramadan dengan mengunjungi. Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan juga sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen pemkab terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah kesibukan Safari Ramadan, Rendi Solihin tidak melewatkan kesempatan untuk meninjau langsung progres pembangunan Patung Proklamator Indonesia, Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, yang berlokasi di Taman Sangasanga.

Patung ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap Bung Karno, tetapi juga sebagai pengingat akan perjuangan heroik masyarakat Sangasanga dalam mengusir penjajah.

Sejarah mencatat, Sangasanga memiliki peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama melalui Peristiwa Merah Putih yang terjadi pada tanggal 27 Januari setiap tahunnya. Peristiwa ini merupakan simbol perlawanan rakyat Sangasanga yang tak kenal lelah melawan kolonialisme Belanda.

“Oleh karena itu, pembangunan patung di Sangasanga ini merupakan bentuk penghargaan yang mendalam terhadap semangat juang yang telah ditunjukkan,” ujarnya pada pada Sabtu (23/3/2024).

Rendi Solihin menyatakan, tidak salah jika Pemklab Kukar membangun Patung Bung Karno di Sangasanga, yang dikenal sebagai Kota Juang di Kaltim, dengan Peristiwa Merah Putih yang telah dikenal secara nasional. Ini menegaskan bahwa pembangunan monumen ini bukan hanya untuk memperingati sejarah, tetapi juga untuk menginspirasi generasi saat ini dan yang akan datang.

Patung Bung Karno diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan budaya dan sejarah yang akan menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. “Dengan adanya Patung Bung Karno, ini akan semakin menambah kekayaan kita tentang nilai-nilah sejarah perjuangan kemerdekaan,” tambah Rendi Solihin.

Dia juga menekankan bahwa keberadaan patung ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kemerdekaan.

Untuk mendukung perekonomian lokal, Pemkab Kukar berencana menyediakan area khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menyediakan fasilitas permainan untuk anak-anak.

“Kami berharap pembangunan ini juga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Sangasanga,” terangnya.

Selain itu, dalam rangka penataan kawasan, pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan akan direlokasi ke area taman yang lebih representatif. Rendi Solihin menjelaskan, Selain pelaku UMKM, pedagang-pedagang yang berjualan di pinggir jalan, dari simpang tiga hingga lapangan sepak bola, akan kita relokasi ke taman.

“Ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kukar untuk memperbaiki infrastruktur dan memperluas jalan utama, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat,” terangnya.

Patung Bung Karno di Sangasanga bukan hanya monumen, tetapi juga menjadi lambang kebangkitan dan kekayaan budaya yang akan terus menginspirasi generasi penerus bangsa.

“Sangasanga tidak hanya dikenal sebagai Kota Juang, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan apresiasi terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia,” pungkasnya.

(Adv/Diskominfo Kukar)

Print Friendly, PDF & Email