May 25, 2026


Mediasiutama, Kukar – Suasana kemaritiman kental menyelimuti Lapangan Pasar Kuala Samboja, Kecamatan Samboja, saat Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 resmi dibuka pada Jumat (4/4/2025). Acara tahunan ini tak hanya jadi ajang budaya, tapi juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat pesisir kepada Sang Pencipta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, H Sunggono, hadir mewakili Bupati Kukar untuk membuka secara resmi kegiatan yang telah menjadi bagian dari warisan budaya lokal tersebut.

“Pesta Laut merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan terhadap tradisi pesisir,” ujar Sunggono saat membacakan sambutan resmi Bupati Kukar.

Budaya Pesisir yang Terus Hidup
Dalam pidatonya, Sunggono menegaskan bahwa Pesta Laut bukan hanya seremoni tahunan, tapi memiliki filosofi mendalam. Laut, katanya, adalah sumber kehidupan, sumber pangan, dan bagian dari identitas masyarakat Samboja.

“Laut memberi manfaat tak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga nilai budaya dan jati diri bangsa,” jelasnya.

Menurutnya, jika potensi laut dimaksimalkan dengan bijak, Samboja dapat tumbuh menjadi pusat kekuatan baru dalam sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Kalau dikelola dengan baik, laut akan menjadi penggerak ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ajakan Jaga Laut dan Galakkan Ekraf
Sunggono juga mengajak masyarakat agar lebih sadar terhadap isu lingkungan, khususnya soal limbah dan plastik sekali pakai yang mencemari laut. Ia menyebut pentingnya menjaga laut sebagai warisan generasi penerus.

“Laut adalah warisan bersama. Menjaganya berarti melestarikan masa depan generasi penerus kita,” ucapnya penuh makna.

Selain itu, ia mendorong masyarakat melihat peluang ekonomi dari sisi ekonomi kreatif (ekraf). Festival seperti ini dinilainya sebagai sarana promosi daerah dan bisa berdampak langsung terhadap sektor wisata dan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kita harus menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi. Potensi wisata pesisir perlu terus dipromosikan,” katanya semangat.

“Seni bisa jadi magnet utama. Dari sana, sektor lain seperti kuliner, kriya, hingga desain ikut terangkat,” tambahnya.

Apresiasi untuk Masyarakat dan Harapan Berkelanjutan
Sunggono menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia, pemerintah kecamatan, serta masyarakat Samboja yang telah bekerja sama menyukseskan festival ini. Ia menilai gotong royong dan partisipasi warga adalah kunci utama keberhasilan acara.

“Saya bangga dan mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Samboja dalam menyukseskan festival ini,” tuturnya.

“Festival ini bukan hanya panggung budaya, tapi juga ruang mempererat hubungan sosial dan mendorong pembangunan daerah,” lanjutnya.

Ia berharap Pesta Laut terus dilestarikan dan menjadi agenda kebudayaan tahunan yang dinanti. Menurutnya, semangat bahari perlu terus ditanamkan agar menjadi bagian dari gaya hidup generasi masa depan.

“Semoga festival ini tetap lestari dan menjadi kebanggaan kita semua sebagai bagian dari bangsa bahari,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sunggono turut didampingi Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar Zikri Umulda, Camat Samboja Barat Burhanuddin, Anggota DPRD Kukar Farida, dan berbagai stakeholder terkait.

Adv/Dispar Kukar

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *