Diskominfo Kukar Desa Saliki di Kukar Hadirkan Solusi Cerdas untuk Ketersediaan Air Bersih

Desa Saliki di Kukar Hadirkan Solusi Cerdas untuk Ketersediaan Air Bersih

10
SHARE
Pemdes Saliki mengatasi keterbatasan air bersih dengan cara menyediakan bak penampung air bersih. Misalnya saja tandon di setiap rumah warga. (Kontributor media)

Mediasiutama.com, Tenggarong – Di tengah tantangan krisis air bersih yang kerap melanda, Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), menunjukkan inisiatif yang patut diacungi jempol. Pemerintah Desa (Pemdes) Saliki telah mengimplementasikan program penyediaan bak penampungan air bersih, atau tandon, di setiap rumah warga, sebagai langkah konkret dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakatnya.

“Program yang telah berjalan selama dua tahun ini. Hingga saat ini terus berlanjut. Dan sudah masuk anggaran murni untuk keberlanjutannya,” ujar Kepala Desa Saliki, Saliansyah pada Kamis (21/3/2024).

Dia menegaskan bahwa dalam anggaran murni tahun ini, program penyediaan penampungan air akan terus berlanjut.

Fasilitas penyulingan air yang baru saja dibangun tahun ini menjadi sumber air bersih yang diterima oleh warga desa. Fasilitas ini berlokasi di lahan seluas 1.600 meter persegi yang dimiliki oleh desa, dengan air baku yang diambil dari sumur-sumur di wilayah desa.

“Air baku diambil dari sumur-sumur di wilayah desa,” terang Saliansyah.

Pengelolaan penyediaan air bersih di Desa Saliki dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Sejati, yang diawasi secara berkala oleh Pemerintah Kabupaten Kukar. “Saat ini, masalah air bersih di Saliki sudah terpenuhi secara merata,” sebut Saliansyah dengan nada optimis.

Dia menambahkan, program penyediaan tandon air bersih ini tidak hanya menyelesaikan masalah ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga Desa Saliki.

“Adanya tandon di setiap rumah, warga desa dapat dengan mudah mengakses air bersih yang aman untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa khawatir akan kekurangan air terutama saat musim kemarau tiba,” tegasnya.

Suliansyah menyatakan, inisiatif Pemdes Saliki ini merupakan langkah nyata dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. “Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk mengembangkan solusi serupa dalam menghadapi tantangan krisis air bersih,” pungkasnya. (*)

Adv/Diskominfo Kukar

Print Friendly, PDF & Email